OPPO resmi meluncurkan Find X9 Ultra di Spanyol, menandai ekspansi perdana lini flagship tertinggi mereka ke pasar Eropa. Langkah strategis ini menjadi sinyal kuat reorientasi perusahaan yang kini lebih fokus mengejar loyalitas konsumen kelas atas ketimbang sekadar mengejar volume penjualan.
Keputusan OPPO membawa Find X9 Ultra ke luar Tiongkok merupakan tonggak sejarah baru bagi perusahaan. Selama ini, varian "Ultra" sering kali hanya tertahan di pasar domestik mereka, namun Spanyol dipilih sebagai pintu masuk utama untuk menguji daya serap konsumen Eropa terhadap perangkat premium mereka. Strategi ini bukan tanpa alasan, mengingat pasar ponsel global kini mengalami polarisasi yang semakin tajam.
Filosofi Camera First dan Lensa Tele 300mm
OPPO tidak lagi memposisikan Find X9 Ultra sebagai ponsel dengan kamera mumpuni, melainkan sebuah kamera profesional yang memiliki fungsi telepon. Kevin Cho, CEO OPPO Spanyol, menyebut pendekatan ini sebagai "camera first". Fokus utamanya terletak pada kemampuan optik yang mampu menghasilkan detail tajam meski dalam kondisi pembesaran ekstrem.
Beberapa fitur kunci yang dibawa perangkat ini antara lain:
- Lensa telekonverter ambisius setara 300mm pada format 35mm.
- Kemampuan zoom optik hingga 13x tanpa distorsi kromatik yang berarti.
- Integrasi sistem operasi ColorOS yang dioptimalkan untuk pasar internasional.
- Dukungan interoperabilitas yang memungkinkan koneksi mulus dengan perangkat Windows maupun Mac.
"Apa yang ingin kami lakukan dengan seri Ultra bukan sekadar peningkatan bertahap. Kami ingin perangkat ini menjadi alternatif nyata bagi kamera fotografi profesional Anda," ujar Kevin Cho saat ditemui di kantor pusat OPPO di Madrid.
Strategi Premiumisasi di Tengah Polarisasi Pasar
Kevin Cho menyoroti fenomena "premiumisasi" yang sedang terjadi di industri mobile. Meski sekitar 30% hingga 40% pembeli masih memilih perangkat di bawah 200 Euro (sekitar Rp3,4 juta), segmen premium justru menunjukkan pertumbuhan konsisten setiap bulannya. Konsumen kini cenderung menyimpan perangkat mereka lebih lama dan bersedia membayar lebih untuk kualitas serta performa yang tahan lama.
OPPO kini memasuki gelombang ekspansi kedua di Eropa. Alih-alih bertarung di perang harga yang berdarah-darah, perusahaan lebih memilih untuk membangun nilai merek. "Kami tidak menginginkan volume transaksional. Kami ingin memastikan produk yang kami bawa mampu menciptakan nilai bagi konsumen," tegas Cho. Ambisinya tidak main-main; OPPO menargetkan posisi sebagai merek nomor satu di Spanyol dalam lima tahun ke depan.
Keamanan Data Sebagai Benteng Teknologi AI
Di tengah tren kecerdasan buatan (AI) yang melanda industri teknologi, OPPO mengambil sudut pandang yang berbeda terkait privasi. Melalui fitur yang disebut "Mind Space", OPPO menawarkan semacam otak kedua bagi pengguna untuk menyimpan dan berinteraksi dengan informasi secara aman. Fokus utamanya adalah memastikan tidak ada kebocoran data pribadi melalui pemrosesan AI.
Cho menjelaskan bahwa di Find X9 Ultra, pengumpulan data tidak terjadi secara otomatis di latar belakang. Pengguna harus secara aktif memberikan izin fisik untuk setiap pengumpulan informasi. Pendekatan ini diharapkan mampu memenangkan kepercayaan konsumen di Eropa yang dikenal sangat ketat terhadap regulasi perlindungan data pribadi.
Kehadiran Find X9 Ultra di Spanyol adalah batu loncatan untuk menguji batas kemampuan OPPO di pasar Barat. Perusahaan telah melakukan berbagai penyesuaian pada sistem operasi dan kapasitas memori untuk menyesuaikan dengan preferensi lokal. Kini, tantangan terbesarnya adalah meyakinkan pengguna setia merek kompetitor bahwa inovasi kamera dan keamanan yang mereka tawarkan layak ditebus dengan harga premium.