ACEH — Keputusan ini diumumkan langsung oleh Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, Jumat siang. Menurutnya, volume kendaraan di ruas jalan utama menuju pusat Jakarta diprediksi melonjak signifikan seiring rencana penyampaian pendapat di Bundaran HI. “Penambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara merupakan bentuk peningkatan layanan agar pelanggan tetap bisa bepergian dengan nyaman, aman, dan tepat waktu,” ujar Franoto dalam keterangan resmi.
Dengan skema ini, seluruh kereta api jarak jauh yang melintas dari Gambir maupun menuju Gambir diwajibkan berhenti di Stasiun Jatinegara. Penumpang yang biasa turun di Gambir bisa memilih turun lebih awal di Jatinegara untuk menghindari kemacetan di pusat kota. Sebaliknya, calon penumpang yang kesulitan mencapai Gambir bisa naik dari Jatinegara tanpa dikenakan biaya tambahan atau perubahan jadwal.
Jadwal Kereta Tetap, Waktu Keberangkatan Tidak Berubah
Franoto menegaskan, penyesuaian rute ini tidak mengubah jadwal keberangkatan kereta dari stasiun awal. “Jadwal perjalanan kereta api tetap sesuai dengan yang tertera pada tiket. Kami mengimbau pelanggan untuk tetap memperhatikan waktu keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun, serta menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi lalu lintas,” imbuhnya.
KAI Daop 1 Jakarta telah menyebarkan informasi ini melalui SMS dan WhatsApp blast kepada pelanggan yang terdampak. Sejumlah kereta yang masuk dalam daftar pemberhentian tambahan di Jatinegara antara lain KA Purwojaya relasi Gambir–Kroya (13.39 WIB), KA Taksaka relasi Gambir–Yogyakarta (14.14 WIB), KA Brawijaya relasi Gambir–Malang (15.58 WIB), dan KA Bima relasi Gambir–Surabaya Gubeng (17.14 WIB).
Selain itu, ada pula KA Gajayana relasi Gambir–Malang (19.04 WIB), KA Sembrani relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi (19.44 WIB), KA Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi (20.44 WIB), serta KA Argo Lawu dan Taksaka dengan jadwal malam hari. Total ada belasan perjalanan yang terdampak kebijakan ini hingga pukul 21.34 WIB.
Alternatif bagi Penumpang yang Terjebak Macet
Bagi penumpang yang sudah terlanjur dalam perjalanan menuju Gambir dan mendapati akses tersendat, Stasiun Jatinegara menjadi opsi paling realistis. Stasiun yang terletak di Jakarta Timur ini memiliki akses yang relatif lebih lancar dari tol dalam kota dan jalur alternatif. KAI memastikan penumpang tetap bisa melanjutkan perjalanan sesuai jadwal tanpa perlu khawatir ketinggalan kereta.
Langkah ini menjadi bukti bagaimana BUMN perkeretaapian beradaptasi dengan dinamika sosial di ibu kota. Alih-alih meniadakan perjalanan, KAI memilih rekayasa operasional yang tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan di tengah potensi gangguan lalu lintas skala besar.