John Palmer, kepala divisi derivatif Kraken, menyebut produk ini bakal mengikuti jejak sukses spot bitcoin exchange-traded funds (ETF) yang mulai menarik minat institusi secara bertahap. "Ketika saya memikirkan para peserta perdagangan, biasanya yang pertama bergerak adalah mereka yang lebih canggih secara alamiah," kata Palmer dalam wawancara. "Mereka sudah terhubung ke bursa dan berdagang secara proprietary."
Perpetual Futures: Produk Sederhana yang Mendominasi Pasar Offshore
Berbeda dengan kontrak berjangka biasa yang memiliki tanggal kedaluwarsa, perpetual futures memungkinkan trader mempertahankan posisi leverage tanpa batas waktu. Produk ini telah menguasai mayoritas volume derivatif kripto global, namun trader AS selama ini terhalang regulasi.
Palmer menjelaskan bahwa kesederhanaan struktur perps menjadi alasan utama kesuksesannya di luar AS. "Jika saya membeli kontrak Juni, kontrak itu kedaluwarsa, dan jika saya ingin mempertahankan posisi, saya harus roll," ujarnya. "Ini adalah struktur derivatif yang sederhana dibandingkan dengan nuansa kontrak berjangka bertanggal."
Pasar Derivatif AS Masih di Fase Awal, Adopsi Institusi Butuh Waktu
Kraken baru saja memasuki pasar derivatif AS yang teregulasi melalui akuisisi NinjaTrader dan Bitnomial, memberikan akses ke lisensi futures commission merchant, bursa, dan kliring yang diawasi CFTC. Perusahaan berencana meluncurkan perpetual futures di Kraken Pro dalam beberapa pekan mendatang.
Namun, Palmer mengingatkan bahwa adopsi institusi besar tidak akan terjadi dalam semalam. "Ketika Anda mundur lebih jauh dalam rantai manajemen aset, Anda akan menemukan komite investasi. Mungkin ada tata kelola tambahan, tergantung jenis entitasnya," katanya. "Ini hal yang sama yang kami lihat dengan bitcoin ETF. Kami melihat ritel dan pelanggan canggih masuk dengan cepat, lalu perlahan-lahan penasihat investasi dan manajer aset mulai bergabung karena mereka harus melalui uji tuntas dan struktur tata kelola mereka sendiri."
Prediksi Palmer bukan tanpa dasar. Platform prediksi Kalshi, yang meluncurkan perpetual futures AS pekan lalu, mengumumkan telah melampaui volume perdagangan USD 1 miliar pada Rabu kemarin.
Potensi Pasar Indonesia: Peluang atau Tantangan?
Meski regulasi ini berpusat di AS, dampaknya bisa terasa hingga Indonesia. Selama ini, trader kripto Indonesia yang ingin mengakses perpetual futures harus menggunakan bursa offshore seperti Hyperliquid atau Binance Futures. Dengan hadirnya produk teregulasi di AS, likuiditas dan kepercayaan pasar diyakini akan meningkat, meski akses langsung bagi pengguna Indonesia masih bergantung pada kebijakan Bappebti.
Kraken juga berencana mengizinkan aset kripto digunakan sebagai agunan di masa depan, mendekatkan pengalaman pengguna AS dengan apa yang sudah tersedia di pasar internasional. "Kami berada di awal permainan," kata Palmer. "Ini baru permulaan."