ACEH — Steinmeier tiba di Jakarta untuk kunjungan kenegaraan pertama era pemerintahan Prabowo. Dalam pernyataan bersama, ia menyebut dunia tengah menghadapi ketidakpastian akibat perang di Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika. "Kemitraan seperti antara Indonesia dan Jerman sangatlah berharga," ujarnya.
Optimisme Penyelesaian IEU-CEPA dan Target Penghapusan Bea Masuk
Steinmeier menyatakan optimisme terhadap penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang telah lama tertunda. Ia menyebut kesepakatan itu berpotensi menghilangkan bea masuk hingga 90-95 persen.
"Perjanjian ini akan sangat memudahkan akses pasar bagi kedua belah pihak," kata Steinmeier. Ia menambahkan, penyelesaian IEU-CEPA akan membuka peluang investasi baru, termasuk bagi perusahaan kecil dan menengah asal Jerman yang ingin berekspansi ke Indonesia.
Peran Indonesia di ASEAN dan Komitmen Demokrasi
Selain ekonomi, Steinmeier menyoroti posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Ia menilai Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di ASEAN dan berperan aktif dalam menjaga tatanan internasional.
"Kita disatukan oleh komitmen yang jelas terhadap demokrasi, tatanan internasional yang berbasis aturan, dan multilateralisme," ujar Steinmeier. Ia juga menyinggung nilai toleransi beragama yang dijaga Indonesia sebagai nilai luhur yang menyatukan kedua negara.
Kerja Sama Energi Terbarukan dan Transisi Iklim
Pembahasan lain mencakup kolaborasi di sektor energi terbarukan. Steinmeier menilai tantangan perubahan iklim dan ketergantungan terhadap energi fosil harus dihadapi bersama. "Kami ingin membuka jalan baru bagi energi terbarukan. Hal ini hanya dapat berhasil jika dilakukan bersama," katanya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran puluhan perusahaan Jerman yang telah lama beroperasi di Indonesia. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang menarik, tetapi juga lokasi investasi yang menjanjikan.
Tindak Lanjut: Perdalam Kemitraan Strategis Melebihi Deklarasi Jakarta 2012
Steinmeier menyatakan kedua negara sepakat memperdalam kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2022. Kesepakatan ini melampaui Deklarasi Jakarta tahun 2012, mencakup bidang ekonomi, iklim, pendidikan, penelitian, dan budaya.
"Saya senang bahwa kita sepakat bahwa kita ingin memperdalam kemitraan ini lebih jauh lagi," ujar Steinmeier. Ia menutup pertemuan dengan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dan diskusi konstruktif bersama Presiden Prabowo.