ACEH — Peristiwa yang terekam dalam video viral di media sosial China itu terjadi di Jalan Raya 331. Mobil listrik Xiaomi SU7 tengah melaju dengan fitur Lane Centering Control (LCC) aktif, sebuah teknologi yang menjaga kendaraan tetap di tengah jalur. Menurut laporan Carnewschina yang mengutip media lokal Sina, setelah melewati tikungan, sebuah gundukan tanah besar tiba-tiba muncul di hadapan mobil.
Sistem ADAS yang mengandalkan 11 kamera, 12 sensor ultrasonik, dan satu radar gelombang milimeter dengan chip Nvidia berkekuatan 84 TOPS itu tidak bereaksi. Rem otomatis darurat (AEB) gagal berfungsi. Pengemudi pun mengaku terlambat menyadari rintangan tersebut untuk menginjak pedal rem. Alhasil, SU7 menabrak gundukan tanah dan terpental melewatinya.
Kerusakan Parah pada Bodi Depan, Baterai Aman
Dampak tabrakan cukup keras. Bumper depan, sebagian spatbor depan, dan pelindung bawah bodi mobil terlepas. Airbag depan mengembang untuk melindungi pengemudi. Meski bagian depan ringsek, Xiaomi mengklaim sistem keselamatan pasif berfungsi optimal. Pengemudi tidak mengalami luka, dan baterai mobil listrik tidak menunjukkan tanda-tanda kebakaran.
Polisi lalu lintas setempat yang menangani kecelakaan kemudian mengungkap fakta krusial: ruas Jalan Raya 331 tempat insiden terjadi belum resmi dibuka untuk umum. Pengemudi, bagaimanapun, bersikukuh bahwa ia hanya mengikuti arahan sistem navigasi mobil dan tidak menemukan rambu peringatan apa pun di lokasi kejadian.
Pertanyaan soal Deteksi Objek Statis ADAS
Insiden ini menjadi sorotan tajam di komunitas otomotif, khususnya terkait batasan teknologi ADAS. Sensor yang digunakan Xiaomi SU7 sejatinya tergolong canggih. Namun, kegagalan mendeteksi gundukan tanah berukuran besar—sebuah objek statis yang tidak bergerak—menimbulkan pertanyaan tentang algoritma pengenalan rintangan sistem tersebut.
Dalam banyak sistem ADAS di pasaran, deteksi objek statis seperti kendaraan berhenti atau penghalang jalan memang kerap menjadi titik lemah. Sistem lebih dioptimalkan untuk mengenali objek bergerak seperti mobil atau pejalan kaki. Gundukan tanah, dengan bentuk dan tekstur yang tidak lazim, mungkin tidak masuk dalam kategori "rintangan" yang diprogram untuk direspons oleh AEB Xiaomi SU7.
Hingga berita ini diturunkan, Xiaomi belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab kegagalan sistem ADAS pada insiden tersebut. Perusahaan asal China itu kini tengah gencar mempromosikan fitur keselamatan cerdas pada SU7 sebagai salah satu daya tarik utama produknya.