ACEH — Laga matchday kedua Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (21/6/2026) malam WIB. Gol pembuka Yamal pada menit ke-10 menjadi awal dari pesta gol La Roja yang menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman.
Gol Perdana Yamal di Panggung Terbesar Sepak Bola
Pemain berusia 18 tahun itu menjadi starter untuk pertama kalinya di turnamen ini. Ia membuka skor saat pertandingan baru berjalan sepuluh menit, sekaligus mencatatkan namanya dalam buku sejarah Piala Dunia.
Yamal menjadi pemain kedua berusia 18 tahun atau lebih muda yang mampu mencetak gol pembuka bagi timnya di ajang ini, setelah legenda Brasil, Pele. "Sangat spesial, saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia, dan bisa mencetak gol pada pertandingan pertama saya adalah mimpi yang menjadi kenyataan," ujar Yamal usai laga.
Dua Gol Oyarzabal dan Satu dari Cucurella
Mikel Oyarzabal tampil sebagai bintang lapangan dengan sumbangan dua gol dan satu assist. Penyerang tersebut dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Satu gol tambahan lainnya dicetak oleh bek kiri Marc Cucurella.
Yamal memberikan pujian khusus untuk Oyarzabal. "Saya sangat senang untuk Oyarzabal karena dia pantas mendapatkannya, terutama setelah kami meraih kemenangan," kata pemain Barcelona itu.
Pelatih Istirahatkan Yamal di Babak Kedua
Pelatih Luis de la Fuente menarik keluar Yamal saat jeda babak pertama. Keputusan itu diambil karena Spanyol sudah unggul jauh dan ingin menjaga kebugaran pemain mudanya untuk pertandingan berikutnya.
Yamal tidak mempermasalahkan pergantian tersebut. "Itu tergantung pertandingan. Pada akhirnya semuanya berjalan sesuai keinginan kami dan saya bisa beristirahat," jelasnya.
Spanyol Kembali ke Jalur Kemenangan
Hasil ini menjadi respons sempurna setelah La Roja gagal meraih kemenangan di laga pembuka melawan Tanjung Verde. Menurut Yamal, performa tim saat itu tidak mencerminkan kualitas sebenarnya dari skuad.
"Itu bukan kami, pertandingan itu berbeda. Kami sudah jelas dengan rencana permainan, yaitu menyerang. Semua pemain memiliki pemikiran yang sama," tegas Yamal.
Ia yakin Spanyol memiliki kapasitas untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia. "Kami adalah pemain kelas dunia, itulah mengapa kami menjadi salah satu favorit," tuturnya. Fokus La Roja kini beralih ke pertandingan selanjutnya melawan Uruguay.