Pencarian

Pemkot Banda Aceh Butuh Cold Storage Hortikultura demi Jaga Pasokan dan Tekan Harga Saat Bencana

Sabtu, 04 Juli 2026 • 12:10:01 WIB
Pemkot Banda Aceh Butuh Cold Storage Hortikultura demi Jaga Pasokan dan Tekan Harga Saat Bencana
Kepala DP2KP Banda Aceh menjelaskan kebutuhan cold storage hortikultura untuk stabilkan pasokan dan harga.

BANDA ACEH — Kota Banda Aceh bukan daerah penghasil utama sayur dan buah. Selama ini, pasokan bergantung penuh pada kabupaten tetangga. Ketika banjir dan longsor memutus jalur distribusi dari Aceh Tengah dan Bener Meriah akhir tahun lalu, harga cabai dan bawang meroket dalam hitungan hari. Kelangkaan terjadi di pasar tradisional.

Konsep Serupa dengan Cold Storage Ikan

Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, mengatakan saat ini kota itu sudah memiliki lima unit gudang pendingin khusus perikanan. Fasilitas itu digunakan untuk menyimpan hasil tangkapan nelayan saat musim panen raya, lalu dilepas ke pasar ketika cuaca buruk membuat nelayan tak melaut.

“Kota Banda Aceh ini membutuhkan gudang pendingin atau cold storage untuk penyimpanan komoditas pangan hortikultura. Fungsinya sama dengan gudang pendingin untuk komoditas perikanan,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Mengapa Hortikultura Lebih Rawan?

Berbeda dengan ikan yang bisa dibekukan, komoditas seperti cabai, tomat, dan sayur daun memiliki daya simpan sangat pendek. Tanpa pendingin, petani dan pedagang terpaksa menjual habis dalam satu hingga dua hari, yang membuat harga rawan anjlok saat panen raya dan melonjak drastis saat pasokan tersendat.

Iskandar mencontohkan, ketika bencana hidrometeorologi melanda sejumlah kabupaten dan kota di Aceh pada akhir November 2025, distribusi dari daerah sentra produksi terhenti total. “Itu menjadi pelajaran penting mengenai perlunya menjaga ketersediaan stok pangan melalui fasilitas penyimpanan,” katanya.

Investor Jadi Harapan Baru

Pemerintah kota tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. DP2KP saat ini aktif mengundang pihak swasta untuk membangun dan mengelola cold storage hortikultura di Banda Aceh.

“Kami juga berupaya mengundang investor membangun gudang penyimpanan untuk komoditas pangan hortikultura ini sehingga rantai pasokan serta stabilitas harga tetap terjaga,” kata Iskandar.

Dengan fasilitas ini, pasokan sayur dan buah diharapkan bisa bertahan lebih lama, distribusi lebih teratur, dan warga Banda Aceh tidak lagi harus membayar harga selangit setiap kali musim hujan tiba.

Bagikan
Sumber: pintoe.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks