BANDA ACEH — Prakirawan BMKG, Nabila, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini diperparah oleh adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh. Suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Selatan Sumatera juga turut meningkatkan penguapan, sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.
“Terpantau aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di Selat Malaka sebelah utara Aceh. Selain itu, adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif,” ujar Nabila kepada Nukilan, Sabtu (4/7/2026).
Wilayah Mana Saja yang Terdampak pada Hari Pertama?
Pada Sabtu (4/7/2026), sebanyak 14 wilayah diprakirakan akan diguyur hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Banda Aceh, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, dan Sabang.
BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang secara spesifik terjadi di Banda Aceh dan Sabang pada hari yang sama.
Potensi Cuaca Buruk Bergeser ke Wilayah Selatan pada Minggu
Memasuki Minggu (5/7/2026), pusat hujan lebat diprakirakan bergeser. Wilayah yang perlu waspada meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Subulussalam.
Sementara itu, potensi angin kencang pada hari Minggu meluas ke tiga daerah: Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.
Senin: Tiga Wilayah Masih Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin
Memasuki hari terakhir periode peringatan, Senin (6/7/2026), hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Adapun angin kencang tanpa hujan lebat diprakirakan kembali melanda Banda Aceh dan Sabang.
Imbauan BMKG: Waspada Hujan Mendadak Sore-Malam Hari
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari. Fenomena ini dipicu oleh pemanasan yang intens pada siang hari yang kemudian memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus.
Nabila juga mengingatkan warga agar berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk. Potensi bahaya seperti angin kencang, banjir, maupun tanah longsor perlu diantisipasi, khususnya di daerah bertopografi curam atau dekat bantaran sungai.