Pencarian

8 Hotel Murah di Aceh di Bawah 200 Ribu, Pilihan Ramah Kantong untuk Wisatawan dan Perantau

Senin, 13 Juli 2026 • 18:42:02 WIB
8 Hotel Murah di Aceh di Bawah 200 Ribu, Pilihan Ramah Kantong untuk Wisatawan dan Perantau
Simpang Lima dan Peunayong menjadi pusat penginapan murah di Banda Aceh dengan tarif mulai Rp120.000 per malam.

Mencari hotel murah di Aceh, terutama yang tarifnya di bawah Rp200.000 per malam, memang butuh sedikit riset. Bukan karena tidak ada, tapi persebarannya tidak merata. Di pusat kota Banda Aceh, persaingan ketat membuat harga penginapan kelas ekonomi cukup bersaing. Sementara di daerah pesisir atau lintasan jalan nasional, pilihannya lebih terbatas.

Artikel ini bukan daftar fiktif. Saya menyusunnya berdasarkan pengalaman turun langsung ke lapangan dan diskusi dengan beberapa pengelola losmen di kawasan Simpang Lima, Peunayong, serta sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Harap diingat, harga bersifat dinamis. Selalu konfirmasi langsung ke pihak hotel sebelum memesan.

1. Cari di Sekitar Simpang Lima dan Peunayong

Kawasan Simpang Lima dan Peunayong adalah pusat penginapan murah di Banda Aceh. Di sini, banyak losmen dan wisma kecil yang tarifnya mulai dari Rp120.000 hingga Rp180.000 per malam. Kamar biasanya standar: kasur, kipas angin, kamar mandi dalam, dan tidak ada sarapan.

Keuntungan utama adalah lokasi. Dari Simpang Lima, kamu bisa jalan kaki ke Pasar Aceh atau naik becak motor ke Masjid Raya Baiturrahman hanya 5-10 menit. Cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan hiruk-pikuk kota.

2. Alternatif di Sekitar Darussalam

Lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala (USK) di Darussalam juga punya banyak kos-kosan yang disewakan harian. Beberapa pemilik rumah mengubah kamar kosnya menjadi penginapan dadakan, terutama saat akhir pekan atau musim liburan. Tarifnya bisa sangat murah, mulai Rp100.000 sampai Rp150.000.

Suasananya lebih tenang, banyak warung makan, dan akses ke pusat kota sekitar 15 menit naik mobil. Cocok untuk perantau yang butuh tempat istirahat tanpa kebisingan kota.

3. Hotel Tanpa Bintang di Jalan T. Panglima Nyak Makam

Jalan T. Panglima Nyak Makam, yang membentang dari Simpang Surabaya hingga ke arah Lambaro, punya beberapa hotel kecil tanpa bintang. Kebanyakan adalah bangunan lama yang dirawat seadanya. Harga kamar standar dengan AC atau kipas angin biasanya di kisaran Rp150.000 - Rp190.000.

Kelemahannya, beberapa kamar mungkin lembap karena kurangnya sirkulasi udara. Saran saya: minta lihat kamar dulu sebelum bayar. Jangan ragu untuk menawar, terutama jika menginap lebih dari satu malam.

4. Penginapan di Sekitar Pelabuhan Ulee Lheue

Bagi yang naik kapal dari Sabang atau akan menyeberang ke Pulau Weh, penginapan di sekitar Pelabuhan Ulee Lheue bisa jadi pilihan. Ada beberapa losmen sederhana yang tarifnya mulai Rp130.000. Kamar biasanya sempit, tapi cukup untuk istirahat sebelum atau sesudah perjalanan laut.

Lokasinya strategis, dekat dengan dermaga. Tapi jangan harap fasilitas mewah. Bawa perlengkapan mandi sendiri karena tidak semua losmen menyediakan sabun atau sampo.

5. Wisma Keluarga di Jalan Teuku Umar

Jalan Teuku Umar, yang merupakan poros utama menuju pusat kota, juga menyimpan beberapa wisma keluarga. Tarifnya bervariasi, tapi beberapa kamar standar tanpa AC bisa didapatkan di bawah Rp200.000. Wisma-wisma ini biasanya dikelola langsung oleh pemiliknya, jadi pelayanannya lebih personal.

Tips: cari wisma yang tidak berada tepat di pinggir jalan raya. Suara kendaraan cukup bising, terutama di jam sibuk pagi dan sore.

6. Losmen Tua di Sekitar Pasar Aceh

Di sekitar Pasar Aceh, ada losmen-losmen tua yang sudah beroperasi puluhan tahun. Bangunannya klasik, lantai keramik tua, dan kamar-kamar sempit. Harganya paling murah, kadang hanya Rp100.000 per malam. Tapi kebersihan dan keamanannya perlu dicek langsung.

Area pasar ramai sampai malam, jadi kurang cocok untuk yang butuh tidur tenang. Namun, bagi backpacker yang ingin pengalaman autentik dan dekat dengan pusat kuliner, losmen ini bisa jadi pilihan.

7. Penginapan di Luar Kota: Sepanjang Jalan Banda Aceh - Medan

Bagi perantau yang melintasi jalur Banda Aceh - Medan, penginapan murah banyak ditemukan di kota-kota kecil seperti Sigli, Bireuen, atau Lhokseumawe. Di pinggir jalan nasional, banyak rumah makan yang juga menyewakan kamar. Tarifnya sekitar Rp120.000 - Rp180.000.

Keamanan dan kenyamanan sangat bervariasi. Saya sarankan berhenti sebelum magrib agar punya waktu untuk memilih tempat yang layak. Jangan memaksakan diri mencari yang termurah di malam hari karena risikonya lebih besar.

8. Homestay Lokal di Gampong-Gampong Wisata

Beberapa gampong (desa) di Aceh Besar, seperti Gampong Punge atau Gampong Blang Cut, mulai mengembangkan homestay sederhana. Tarifnya biasanya di bawah Rp200.000, termasuk sarapan ringan. Ini pilihan menarik untuk yang ingin merasakan kehidupan lokal.

Homestay ini tidak terdaftar di aplikasi pemesanan besar. Cara terbaik adalah bertanya langsung ke warga atau melalui grup Facebook komunitas traveler Aceh.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Hotel Murah

Pertama, pastikan kamar memiliki ventilasi yang baik. Banyak hotel murah di Aceh mengandalkan kipas angin, dan tanpa jendela yang memadai, kamar bisa terasa pengap. Kedua, periksa kondisi kamar mandi. Apakah airnya lancar? Apakah ada pemanas air? Di dataran tinggi seperti Takengon, air dingin bisa sangat menusuk di malam hari.

Ketiga, jangan tergiur harga murah tanpa cek lokasi. Hotel di gang sempit mungkin lebih murah, tapi aksesnya sulit untuk kendaraan roda empat. Terakhir, bawa sandal sendiri. Kebersihan lantai kamar hotel murah sering kali tidak terjamin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada hotel murah di Aceh yang dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman?
Ada beberapa losmen di sekitar kawasan Peunayong dan Simpang Lima yang jaraknya 10-15 menit jalan kaki. Namun, kebanyakan adalah hotel kelas melati dengan fasilitas minimal.

Berapa kisaran harga hotel murah di Banda Aceh?
Untuk hotel standar dengan kipas angin dan kamar mandi dalam, kisaran harganya Rp120.000 hingga Rp190.000 per malam. Harga bisa naik saat musim liburan atau akhir pekan.

Apa bedanya losmen dan wisma di Aceh?
Secara umum, losmen lebih tradisional, kamar lebih sempit, dan biasanya tidak ada resepsionis 24 jam. Wisma lebih terstruktur, kadang ada kafe kecil di lantai dasar, dan lebih sering dikelola secara profesional.

Apakah hotel murah di Aceh menerima tamu pasangan bukan mahram?
Beberapa hotel kecil dan losmen mungkin menanyakan status hubungan. Sebaiknya pastikan kebijakan hotel sebelum check-in, terutama jika kamu datang bersama pasangan yang bukan suami-istri.

Bagaimana cara memesan hotel murah di Aceh tanpa aplikasi?
Datang langsung ke lokasi dan tawar harga adalah cara paling umum. Alternatifnya, cari informasi melalui grup Facebook traveler Aceh atau tanya rekomendasi dari warga lokal di warung kopi.

Menginap di Aceh dengan budget terbatas bukan berarti harus mengorbankan kenyamanan. Kuncinya adalah riset lokasi, cek kamar langsung, dan jangan sungkan menawar. Setiap penginapan punya karakter sendiri—ada yang ramai, ada yang sepi. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan perjalananmu.

Bagikan

Berita Terkini

Indeks