BANDA ACEH — Bank Aceh Syariah (BAS) telah menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2,94 triliun kepada 26.983 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Aceh sejak 2022 hingga Juni 2026. Direktur Utama BAS, Fadhil Ilyas, menyatakan dana tersebut digunakan untuk modal kerja, investasi usaha, hingga pengembangan kapasitas.
"Pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, investasi usaha, pengadaan sarana produksi, hingga pengembangan kapasitas usaha," kata Fadhil Ilyas di Banda Aceh, Rabu.
Menjangkau Sektor Strategis hingga Pendampingan Usaha
Fadhil menjelaskan, penyaluran KUR ini telah menjangkau berbagai sektor usaha strategis. Mulai dari perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan, kerajinan, hingga sektor jasa dan pariwisata.
Ia menambahkan, selain akses permodalan, pihaknya juga melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Tujuannya agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Komitmen Perkuat UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Fadhil menegaskan, penyaluran KUR merupakan bentuk nyata dukungan Bank Aceh Syariah terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM. Sektor ini dinilai sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
"Kami berharap pembiayaan ini mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di Aceh," ujarnya.
Bank Aceh Syariah berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan pembiayaan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik. Ke depan, jangkauan layanan pembiayaan bagi pelaku UMKM akan terus diperluas sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.