ACEH — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Istana Kepresidenan, Selasa (28/7). Instruksi utama Presiden: percepat pompanisasi dan perbaikan irigasi di wilayah yang mulai kekeringan.
"Arahan Bapak Presiden, tolong diantisipasi terutama daerah yang kering supaya pompanisasi kita jalankan, irigasi diperbaiki," kata Amran usai pertemuan.
Stok Beras 26 Juta Ton, Tertinggi Sejak 2023
Di tengah kekhawatiran El Nino, Amran memastikan cadangan pangan nasional dalam posisi aman. Ia merinci tiga sumber utama: tanaman padi yang masih tumbuh (standing crop), stok di sektor hotel-restoran-katering (horeka), dan cadangan Bulog.
"Totalnya 26 juta ton. Itu setara 10 bulan. Insyaallah kita bisa atasi," ujarnya.
Posisi ini jauh lebih tebal dibandingkan saat El Nino 2023. Kala itu stok di gudang Bulog sempat menyusut hingga 500 ribu ton. Kini, Amran mengklaim cadangan pemerintah sudah mencapai 5 juta ton.
35 Ribu Hektare Terdampak, Pemerintah Klaim Masih Terkendali
Pemerintah telah memetakan sekitar 35 ribu hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Amran menilai luas tersebut relatif kecil terhadap total lahan baku sawah nasional sehingga tidak akan mengganggu ketahanan pangan.
Namun, BMKG memberikan peringatan serius. Indikator iklim menunjukkan El Nino berkekuatan kuat dan berpotensi terus menguat dalam beberapa bulan ke depan. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) AS bahkan memperkirakan fenomena ini masih akan berlanjut hingga awal 2027.
Sejumlah pakar memprediksi El Nino tahun ini bisa masuk kategori Super El Nino. Dampaknya lebih besar terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan.
Risiko Gagal Panen dan Langkah Mitigasi
BMKG mengingatkan El Nino dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas pertanian, hingga meningkatkan potensi gagal panen akibat defisit air. Wilayah yang diprediksi paling terdampak adalah daerah yang sudah mulai mengalami kekeringan saat ini.
Pemerintah mengandalkan pompanisasi dan perbaikan jaringan irigasi sebagai langkah utama menjaga pasokan air bagi lahan pertanian. Amran optimistis pasokan pangan akan mencukupi hingga melewati panen raya yang biasanya berlangsung pada Maret tahun depan.
"Stok kita aman. Dulu 2023 stok kita 1 juta ton, bahkan pernah 500 ribu ton. Sekarang 5 juta ton. Jadi insyaallah," pungkasnya.