ACEH — Rencana Sony untuk menghentikan produksi cakram fisik PS5 pada 2028 tidak berubah. Dalam earnings call yang digelar pekan ini, CFO Sony, Lin Tao, menegaskan perusahaan tetap melanjutkan kebijakan tersebut meskipun menyadari adanya penolakan besar dari pengguna setia PlayStation.
Tao mengakui bahwa banyak gamer menyampaikan "berbagai opini" dan "pandangan kuat" terkait keputusan ini. Namun, ia menyebut tren digitalisasi konten secara menyeluruh menjadi alasan utama yang mendorong perusahaan untuk tetap melangkah.
Alasan di Balik Keputusan Digitalisasi Penuh
Menurut Tao, pergeseran ke format digital bukan hanya terjadi di industri game, melainkan juga pada jenis konten lain. Ia menjelaskan bahwa perusahaan memahami keterikatan emosional pemain terhadap media fisik, terutama karena cakram sering terhubung dengan kenangan masa kecil mereka.
"Kami memahami emosi tersebut. Kami ingin mempertimbangkannya," ujar Tao melalui penerjemah dalam sesi tanya jawab yang dikutip oleh jurnalis Kotaku, Ethan Gach. "Dan dalam ekosistem digital ke depan, bagaimana cara melibatkan gamer adalah hal yang ingin terus kami eksplorasi."
Pernyataan terakhir ini sempat memicu spekulasi bahwa Sony mungkin menyiapkan kompromi untuk pelestarian game fisik di masa depan, meskipun belum ada detail konkret yang diungkapkan.
Kritik dari Pemain dan Tokoh Industri
Kebijakan yang pertama kali diumumkan pada awal Juli ini langsung memicu gelombang kritik. Para pemain membanjiri kolom komentar di berbagai media sosial, dan sebagian bahkan mengusulkan aksi boikot terhadap produk PlayStation.
Kekhawatiran tidak hanya datang dari pemain biasa. Dua kreator legendaris Jepang, Hideo Kojima (pencetus seri Metal Gear) dan Yoko Taro (sutradara Nier Automata), secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap pergeseran ini. Beberapa pengembang dari Clair Obscur: Expedition 33, game yang memenangkan penghargaan Game of the Year, juga menyampaikan sentimen serupa.
Apa Nasib Cakram Game Lama?
Sony sempat memberikan klarifikasi bahwa mereka akan tetap memproduksi cakram untuk judul-judul yang dirilis sebelum tahun 2028, bahkan setelah tenggat tersebut berlalu. Namun, jaminan ini dinilai belum cukup meredam kekhawatiran para kolektor dan penggemar format fisik.
Keputusan ini juga menjadi indikasi awal bahwa konsol generasi berikutnya, yang diperkirakan meluncur sebagai PS6, dapat hadir tanpa dukungan pembaca cakram sama sekali. Bagi pengguna di Indonesia yang masih mengandalkan pasar game bekas atau toko ritel fisik, peralihan ini berpotensi mengubah kebiasaan membeli game dalam beberapa tahun ke depan.