ACEH — Lonjakan saham emiten batu bara tersebut menjadi katalis utama penguatan indeks di tengah tekanan yang masih membayangi pasar modal Tanah Air. Berdasarkan data perdagangan RTI, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.485,24, sementara level terendahnya berada di 6.448,26.
Rumor Akuisisi Haji Isam Mengerek Harga Saham BYAN
Saham BYAN menjadi pusat perhatian pelaku pasar pagi ini. Emiten tambang milik keluarga Low Tuck Kwong itu dibuka naik sekitar 7% di level Rp 15.500 per saham, lalu terus meroket hingga menyentuh Rp 17.100. Kapitalisasi pasar perusahaan pun ikut membengkak dalam sekejap.
Kenaikan ini dipicu kabar yang beredar di pasar mengenai rencana akuisisi oleh Haji Isam, pengusaha asal Kalimantan Selatan yang dikenal agresif mengakuisisi tambang batu bara. Meski belum ada konfirmasi resmi dari manajemen BYAN, aksi borong saham terjadi sejak awal sesi perdagangan.
Mayoritas Saham Hijau, Volume Transaksi Tembus 1,88 Miliar
Momentum penguatan ini diikuti oleh mayoritas saham di bursa. Sebanyak 313 saham tercatat menguat, 187 saham melemah, dan 209 saham stagnan. Data ini menunjukkan sentimen risk-on mulai kembali meski belum merata di semua sektor.
Volume perdagangan pagi ini tercatat mencapai 1,88 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 915,26 miliar. Frekuensi perdagangan yang terjadi sebanyak 146.166 kali, menandakan aktivitas pasar yang cukup ramai sejak bel pembukaan dibunyikan.
IHSG Masih Tertekan Secara Year-to-Date
Di balik penguatan harian yang impresif, posisi indeks sebenarnya masih jauh dari zona nyaman. Secara year-to-date, IHSG tercatat masih melemah 27%. Dalam enam bulan terakhir, indeks juga masih terpuruk 27,77%, sementara dalam tiga bulan terakhir melemah 6,98%.
Namun, ada kabar positif dari rentang waktu yang lebih pendek. Secara mingguan, IHSG berhasil menguat 1,85%, dan dalam sebulan terakhir naik 4,03%. Penguatan ini mengindikasikan adanya upaya rebound dari level terendah, meskipun tekanan jual asing dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global masih membayangi.
Pelaku pasar kini mencermati apakah reli saham BYAN akan berlanjut atau hanya aksi spekulasi jangka pendek. Jika rumor akuisisi terkonfirmasi, bukan tidak mungkin indeks akan kembali menguji level psikologis 6.500 dalam beberapa sesi ke depan. Investor tetap perlu mewaspadai volatilitas yang tinggi di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. Investasi mengandung risiko.