BANDA ACEH — Nazar Apache memperkenalkan cara baru dalam berkarya di industri musik Aceh. Video musik terbarunya, "Annabi Shallu", menjadi rilisan yang proses pembuatannya sepenuhnya bergantung pada aplikasi berbasis AI, mulai dari penyusunan gambar hingga menjadi satu kesatuan video utuh.
Dalam proses produksinya, musisi yang kerap tampil dengan gaya indie tanpa label ini menggunakan aplikasi Grok AI untuk membangkitkan visual dan CapCut untuk merangkainya menjadi video berdurasi 4 menit 47 detik. Karya tersebut kini sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube Nazar Shah Alam.
Uji Coba di Tengah Perkembangan Teknologi yang Cepat
Nazar mengaku proses kreatif ini tidak sepenuhnya mulus. Salah satu kendala terbesar yang dihadapinya adalah menjaga kontinuitas gambar agar tetap konsisten, sebuah tantangan umum ketika gambar dihasilkan oleh AI. Ia juga menyebut potensi gambar mengalami kerusakan atau corrupt cukup besar saat proses generating prompt berlangsung.
"Saya mencoba memberikan tawaran baru dalam dunia visual musik Aceh. Kita harus berani menguji diri dalam dunia yang begitu cepat berubah hari ini. Dan saya puas menyelesaikan ini," kata Nazar, Selasa (25/8/2026).
Melanjutkan Tradisi Visual yang Tidak Biasa
Langkah ini bukan yang pertama kali bagi Nazar dan grupnya, Apache. Mereka memang dikenal kerap menghindari pola konvensional video musik pada umumnya, seperti mengandalkan daya tarik penampilan model tertentu.
Pada album perdana Apache, pendekatan visual yang tidak lazim sudah mulai diterapkan. Lagu "Bek Panik" misalnya, digarap dengan teknik one shoot-one kill. Sementara untuk lagu "Kaleuh Kuliah", mereka memilih konsep seperti vlog dengan penyanyi yang mengambil gambar video musiknya sendiri.
Berbeda lagi dengan "Meulati" dan "Meuneuba". Pada dua lagu tersebut, Apache tidak menampilkan adegan penyanyi melakukan lipsync. Mereka justru menyampaikan cerita melalui visual dan menyisipkan teknik dialog film pada bagian pembuka.
Jarak dengan Karya AI Lain di Aceh
Penggunaan AI di industri musik Aceh sebenarnya bukan hal yang asing lagi. Namun, pemanfaatannya selama ini lebih banyak ditemukan pada lagu atau video yang bersifat klip pendukung.
Penggunaan AI secara penuh untuk sebuah video musik resmi seperti yang dilakukan Nazar pada "Annabi Shallu" masih relatif jarang ditemui. Keputusan ini menempatkan Nazar Apache di posisi yang berbeda dibandingkan musisi lain di daerahnya, setidaknya untuk saat ini.