Sebelas Desa di Aceh Tengah Belum Teraliri Listrik Dua Bulan Setelah Banjir dan Longsor

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 03 Februari 2026 | 11:55:02 WIB

TAKENGON – Hingga dua bulan setelah bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pasokan listrik di 11 desa masih belum pulih sepenuhnya. Desa yang terdampak meliputi Atu Payung, Serule, Delung Sekinel, Jamat, Kute Reje, Reje Payung, Umang, Bintang Pepara, Karang Ampar, Kekuyang, dan Bergang.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Lhokseumawe, Husni, menjelaskan bahwa proses pemulihan terkendala oleh tingkat kerusakan yang cukup berat. Sejumlah akses jalan terputus, sementara banyak tiang listrik roboh akibat terjangan bencana.

Meski demikian, PLN telah berhasil menormalkan kembali aliran listrik di jalur Jurusan Bergang–Karang Ampar. Dalam prosesnya, petugas harus bekerja dengan tingkat risiko tinggi karena hanya mengandalkan sling baja sebagai sarana penyeberangan darurat, menyusul longsor dan banjir yang merusak infrastruktur. Beberapa jembatan dan ruas jalan di Aceh Tengah juga dilaporkan ambles sejak bencana yang terjadi pada 26 November 2025.

Husni menuturkan, petugas kerap menyeberangi sungai menggunakan tali sling sambil membawa material perbaikan. Ia menegaskan komitmen PLN untuk segera memulihkan akses listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil, seraya berharap dukungan dan doa agar seluruh proses perbaikan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Reporter: Sutomo
Back to top