BANDA ACEH – Kawasan Gelanggang Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menjadi titik kumpul warga saat Ramadan lewat kegiatan Expo dan Pekan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Eksis Ramadan 2026). Sejak dibuka pada 19 Februari 2026, agenda ini menjelma sebagai salah satu lokasi favorit untuk menunggu waktu berbuka puasa di Banda Aceh.
Memasuki area expo pada sore hari, pengunjung disambut deretan tenant makanan dan minuman yang tertata di sepanjang kawasan kegiatan. Arus pengunjung terus meningkat dari jam ke jam, terutama setelah pukul 16.00 WIB hingga menjelang azan Magrib. Suasana yang ramai, percakapan antarpengunjung, dan ragam kuliner khas Ramadan membuat area ini terasa hidup sebagai ruang berkumpul bersama.
Eksis Ramadan tahun ini dijadwalkan berlangsung hingga 10 Maret 2026, atau mencakup 20 hari pertama bulan Ramadan. Selain jadi tempat berburu takjil, kegiatan ini juga memperlihatkan perkembangan dari sisi skala dan partisipasi pelaku usaha dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Ketua panitia Eksis Ramadan, Khairol Amri, menyebut jumlah tenant tahun ini meningkat signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran 60 tenant, kini naik menjadi hampir 80 sampai 90 tenant. Dari total peserta, sekitar 80 persen merupakan mahasiswa, sementara 20 persen lainnya berasal dari masyarakat umum.
Menurut Khairol, keterlibatan warga umum sengaja difasilitasi agar aktivitas jualan bisa lebih tertib di area expo, sekaligus mengurangi praktik berjualan di tepi jalan. Skema ini juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan UMKM lokal selama momentum Ramadan.
Salah satu pembeda Eksis Ramadan 2026 adalah hadirnya photobooth bernama Kalabooth di tengah area tenant. Kehadiran titik foto ini menarik perhatian pengunjung, khususnya kalangan muda, yang ingin mengabadikan momen ngabuburit bersama teman maupun keluarga.
Pemilik Kalabooth, Siti Amira Raudhah Zula, menjelaskan bahwa konsep yang diusung berbeda dari photobooth pada umumnya. Alih-alih memakai latar buatan, Kalabooth memanfaatkan latar asli lokasi kegiatan agar momen yang terekam terasa lebih autentik. Ia menuturkan ide ini berawal dari gagasan pribadi, lalu dikembangkan bersama rekan-rekannya.
Bagi pengunjung, expo ini tidak lagi sekadar tempat membeli menu berbuka. Riska Muliana, salah satu pengunjung, menilai suasana tahun ini lebih seru dan lebih padat dibanding tahun lalu. Ia juga melihat variasi jajanan semakin banyak, ditambah kehadiran photobooth yang membuat pengalaman ngabuburit terasa lebih lengkap.
Dengan kombinasi kuliner, aktivitas kreatif, dan keterlibatan mahasiswa serta masyarakat, Eksis Ramadan 2026 menunjukkan peran yang lebih luas daripada pasar takjil musiman. Kegiatan ini kini berfungsi sebagai ruang interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi kecil di Kota Banda Aceh selama bulan Ramadan.