Target Lebaran Tanpa Tenda, Bupati Aceh Tamiang Desak Percepatan Huntara

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 26 Februari 2026 | 20:58:04 WIB
Bupati Aceh Tamiang tinjau progres pembangunan Huntara di Desa Pulau Tiga, Kamis (26/2/2026).

KUALA SIMPANG – Tiga bulan pascabencana banjir besar melanda Kabupaten Aceh Tamiang, pemenuhan kebutuhan hunian bagi para penyintas masih menghadapi kendala serius. Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, mengungkapkan bahwa lebih dari 4.000 unit Hunian Sementara (Huntara) hingga kini belum dimulai proses pembangunannya.

Data tersebut dipaparkan langsung di hadapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, saat meninjau progres pembangunan Huntara di Desa Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Kamis (26/2/2026).

Bupati Armia menjelaskan bahwa total kebutuhan hunian mencapai 8.190 unit. Namun, realita di lapangan menunjukkan baru 940 unit yang selesai dibangun, sementara 3.081 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan yang belum rampung.

"Artinya separuh lagi kebutuhan Huntara belum dimulai pengerjaannya. Kami harap dibangun segera," tegas Armia.

Sebagai langkah darurat bagi warga yang belum mendapatkan tempat di Huntara, pemerintah mengandalkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH). Tercatat sebanyak 2.111 Kepala Keluarga (KK) dialokasikan sebagai penerima DTH untuk membiayai sewa tempat tinggal sementara. Saat ini, pencairan DTH tahap 1 senilai Rp600.000 per KK per bulan telah dilakukan, sementara tahap 2 dan 3 masih dalam proses verifikasi.

Selain hunian, Bupati juga menyoroti berbagai bantuan dari Kementerian Sosial yang masih tertahan, antara lain:

Santunan Ahli Waris: Telah disalurkan sebesar Rp15 juta kepada 114 ahli waris korban jiwa.

Bantuan Stimulan: Usulan bantuan ekonomi Rp5 juta per KK dan ganti perabot Rp3 juta per KK bagi 1.286 rumah rusak berat yang belum terealisasi.

Jatah Hidup (Jadup): Usulan biaya hidup sebesar Rp450.000 per jiwa per bulan bagi 1.286 KK.

Bupati Armia menargetkan percepatan seluruh pembangunan dan bantuan stimulan ini agar rampung sebelum hari raya. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah agar tidak ada lagi warga yang merayakan Lebaran di tenda-tenda darurat.

"Mohon bantuan Bapak Kepala BNPB agar progres pembangunan Huntara, Huntap (Hunian Tetap), serta bantuan stimulan bagi warga kami bisa lebih cepat. Sesuai target kita, lebaran nanti tidak boleh ada warga yang masih tinggal di tenda darurat," pungkasnya.

Reporter: Redaksi
Back to top