ACEH SELATAN — Personel TNI Angkatan Darat dari Kodim 0107/Aceh Selatan bersama masyarakat setempat mempercepat penyelesaian pembangunan Jembatan Aramco di kawasan pemukiman Buluh Seuma, Kecamatan Trumon, Sabtu (2/5/2026). Infrastruktur ini merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Aceh Selatan dengan Kabupaten Aceh Singkil melalui titik Suak Lele.
Pengerjaan jembatan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan puluhan warga dan prajurit sejak pagi hari. Di tengah medan yang sulit dan cuaca panas, mereka melakukan pengangkutan material hingga pengecoran lantai jembatan secara manual. Langkah ini diambil untuk memastikan percepatan akses bagi wilayah yang selama ini tergolong terpencil.
Ws Pasiops Kodim 0107/Aceh Selatan, Kapten Inf Faisal Kurniawan, mengonfirmasi bahwa saat ini progres pembangunan fisik jembatan telah menyentuh angka 85 persen. Ia optimistis pengerjaan akan tuntas dalam waktu dekat jika konsistensi kerja bakti antara TNI dan warga terus terjaga.
"Alhamdulillah, hingga saat ini pembangunan berjalan dengan baik. Kekompakan antara personel TNI dan masyarakat menjadi kunci utama percepatan pekerjaan. Kami terus mengoptimalkan seluruh tahapan agar jembatan ini segera rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Kapten Inf Faisal Kurniawan di lokasi pembangunan, Sabtu.
Keterlibatan TNI dalam proyek ini merupakan bagian dari upaya mengatasi kesulitan akses transportasi di wilayah pedalaman Aceh. Kapten Faisal menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang memadai sangat krusial untuk menunjang pemerataan pembangunan, terutama di daerah yang sulit dijangkau kendaraan logistik.
Selama ini, masyarakat di kawasan Buluh Seuma menghadapi kendala besar saat musim penghujan tiba. Kondisi jalan tanah yang licin dan berlumpur seringkali memutus akses transportasi, membuat kendaraan roda empat maupun roda dua sulit melintas. Keberadaan Jembatan Aramco diproyeksikan menjadi solusi permanen bagi mobilitas warga.
Pembangunan ini tidak hanya berdampak pada konektivitas antar-kecamatan, tetapi juga menjadi tumpuan bagi sektor ekonomi lokal. Mayoritas penduduk di wilayah ini menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Distribusi hasil bumi ke pasar kabupaten seringkali terhambat oleh rusaknya sarana penghubung di titik-titik rawan.
Dengan adanya jembatan yang lebih kokoh, proses pengangkutan hasil panen dan distribusi kebutuhan pokok diharapkan menjadi lebih efisien. Hal ini diyakini akan menekan biaya logistik yang selama ini membebani para petani di wilayah perbatasan Aceh Selatan tersebut.
Partisipasi dalam pembangunan ini tidak hanya datang dari warga Buluh Seuma, tetapi juga masyarakat dari Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil. Kehadiran warga dari dua kabupaten berbeda ini menunjukkan urgensi jembatan tersebut sebagai urat nadi ekonomi regional yang sangat dinantikan.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat. Tanpa dukungan mereka, pekerjaan ini tentu tidak akan berjalan secepat ini. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri," tambah Kapten Faisal.
Selain aspek ekonomi, terbukanya akses ini akan memperluas jangkauan pelayanan publik, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Warga kini memiliki kepastian akses menuju fasilitas kesehatan di pusat kabupaten tanpa harus khawatir terjebak kondisi jalan yang rusak saat cuaca ekstrem.
Saat ini, tim di lapangan fokus pada tahap akhir pengecoran dan penguatan struktur jembatan. Jika tidak ada kendala cuaca yang signifikan, Jembatan Aramco di Suak Lele ini dijadwalkan dapat segera difungsikan secara penuh dalam beberapa pekan ke depan.