Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Rumah yang terbakar diketahui milik Zulkifli (42) dan dihuni oleh satu kepala keluarga dengan total lima jiwa.
Bangunan Semi Permanen yang Jadi Dapur dan Gudang
Menurut Ridwan, bangunan semi permanen tersebut selama ini digunakan sebagai dapur sekaligus gudang penyimpanan barang milik keluarga Zulkifli. Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, api sudah membesar dan dengan cepat melahap seluruh bagian bangunan.
"Api begitu cepat membesar dan membakar seluruh bangunan rumah semi permanen yang digunakan sebagai dapur dan gudang penyimpanan barang," ujar Ridwan dalam laporan yang diterima media, Sabtu.
Proses Pemadaman dan Pendinginan Berlangsung 30 Menit
BPBD Aceh Besar mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran dari Pos Induk Sibreh yang didukung enam personel. Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala serta mencegah kobaran merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
"Petugas langsung melakukan upaya pemadaman, pendinginan, dan meminimalisir dampak kebakaran agar api tidak menjalar ke rumah lain yang berdekatan," kata Ridwan Jamil.
Proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan sekitar pukul 15.46 WIB. Dalam penanganan tersebut, personel BPBD dibantu aparat Polsek setempat, personel Koramil, serta warga Gampong Cureh yang ikut serta secara gotong royong.
Kerugian Material dan Dugaan Penyebab
Selain menghanguskan bangunan rumah, kebakaran juga menyebabkan satu unit kendaraan roda dua milik korban mengalami rusak berat. Meski kerugian material ditaksir cukup besar, beruntung tidak ada warga yang harus mengungsi akibat peristiwa ini.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. "Untuk dugaan penyebab terjadinya kebakaran saat ini masih dalam penanganan pihak yang berwajib," pungkas Ridwan.