Ekspor Aceh Maret 2026 Capai 59 Juta Dolar, India Pasar Utama

Penulis: Yasir  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 13:14:01 WIB
Ekspor Aceh pada Maret 2026 mencapai 59 juta dolar AS dengan India sebagai pasar utama.

BANDA ACEH — Aktivitas perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada periode Maret 2026 masih menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap pasar India. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, nilai ekspor ke Negeri Anak Benua tersebut mencapai 51,44 juta dolar AS, yang mendominasi hampir seluruh total pengiriman daerah.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengungkapkan bahwa tingginya angka ekspor ke India dipicu oleh permintaan besar pada komoditas tambang. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan struktur pasar ekspor Aceh yang belum terdiversifikasi secara luas ke banyak negara tujuan.

“India masih menjadi tujuan utama ekspor Aceh, terutama untuk komoditas batu bara,” ujar Agus dalam keterangannya di Banda Aceh.

Batu Bara Berkontribusi 78 Persen dari Total Ekspor Aceh

Secara sektoral, batu bara tetap menjadi tulang punggung utama ekonomi ekspor Aceh. Komoditas ini mencatatkan nilai kontribusi sebesar 46,85 juta dolar AS. Angka tersebut setara dengan 78,96 persen dari total nilai ekspor Aceh yang mencapai 59,33 juta dolar AS pada Maret 2026.

Selain sektor pertambangan, beberapa komoditas unggulan lain turut memberikan sumbangsih meski dalam skala yang lebih kecil. Produk seperti minyak dan lemak nabati (CPO), kopi, serta produk kimia tetap mengisi daftar muatan ekspor dari pelabuhan-pelabuhan di Aceh.

Amerika Serikat menempati posisi kedua negara tujuan ekspor dengan nilai 3,11 juta dolar AS. Berbeda dengan India, pasar Amerika Serikat lebih banyak menyerap komoditas kopi dan rempah-rempah. Sementara itu, Thailand berada di urutan ketiga dengan nilai transaksi sebesar 2,04 juta dolar AS.

Perbandingan Kinerja Ekspor Bulanan dan Tahunan

Kinerja ekspor pada Maret 2026 sebenarnya mengalami penurunan sebesar 8,21 persen jika dibandingkan dengan capaian Februari 2026. Namun, jika ditarik perbandingan secara tahunan (year-on-year), angka ekspor Aceh masih tumbuh sebesar 4,03 persen.

Fluktuasi ini dianggap lumrah dalam perdagangan komoditas global yang sangat bergantung pada harga pasar internasional dan jadwal pengapalan. Fokus pemerintah daerah kini tertuju pada penguatan komoditas non-tambang agar neraca perdagangan tidak hanya bertumpu pada satu sektor.

Nilai Impor Aceh Melonjak 40 Persen Secara Tahunan

Di sisi lain, potret berbeda terlihat pada aktivitas impor Aceh. BPS mencatat nilai impor pada Maret 2026 menyentuh 43,17 juta dolar AS. Walaupun terjadi penurunan tipis 1,58 persen dibanding bulan sebelumnya, angka ini melonjak tajam hingga 40,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan impor yang signifikan secara tahunan ini mencerminkan dinamika kebutuhan industri atau konsumsi lokal yang meningkat. Kendati demikian, neraca perdagangan Aceh pada Maret 2026 secara keseluruhan masih mencatatkan surplus sekitar 16,16 juta dolar AS.

Reporter: Yasir
Back to top