Daftar Tunggu Haji Aceh Tembus 145 Ribu Orang, Antrean 26 Tahun

Penulis: Ragil  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 14:56:40 WIB
Daftar tunggu haji Aceh mencapai 145.708 orang dengan masa antre 26 tahun.

BANDA ACEH — Sebanyak 145.708 warga Aceh kini tercatat dalam daftar tunggu haji dengan masa antre keberangkatan mencapai 26 tahun. Data tersebut mencuat di tengah prosesi pelepasan jemaah kloter pertama di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh baru-baru ini.

Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, menyebutkan bahwa lonjakan angka ini terjadi seiring meningkatnya minat masyarakat. Kebijakan terbaru terkait pembagian kuota kini dilakukan secara transparan dengan berbasis proporsi daftar tunggu di masing-masing provinsi.

“Estimasi masa tunggu secara nasional kini relatif seragam, yakni sekitar 26 tahun,” ujar Arijal dalam keterangannya di hadapan jemaah dan pejabat daerah.

Kewajiban Kartu Nusuk dan Pengetatan Aturan Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi memberlakukan kebijakan baru pada penyelenggaraan haji tahun ini dengan mewajibkan penggunaan Kartu Nusuk. Kartu ini berfungsi sebagai identitas resmi sekaligus akses utama untuk mendapatkan layanan di Makkah, Madinah, hingga wilayah Armuzna.

Arijal menekankan agar seluruh jemaah menjaga kartu tersebut dengan baik dan selalu membawanya selama beraktivitas. Selain kartu identitas, otoritas setempat juga memperketat pengawasan terhadap dokumen perjalanan dan pergerakan jemaah di Tanah Suci.

Langkah pengetatan ini diambil guna memastikan keamanan serta ketertiban selama pelaksanaan ibadah. Petugas mengimbau jemaah untuk selalu mematuhi aturan demi kelancaran seluruh rangkaian rukun haji.

Profil Jemaah Aceh: Lansia 101 Tahun dan Pelajar 15 Tahun

Komposisi jemaah asal Aceh tahun ini didominasi oleh usia produktif yang mencapai 57,8 persen dengan kondisi fisik stabil. Namun, terdapat 41,7 persen jemaah yang sudah memasuki usia di atas 60 tahun.

Data PPIH mencatat Ramlah Sali sebagai jemaah tertua tahun ini dengan usia 101 tahun asal Langsa yang tergabung dalam kloter 4. Sementara itu, predikat jemaah termuda disandang oleh Muhammad Al-Faruq Ad-Dawami, pelajar berusia 15 tahun asal Bener Meriah.

“PPIH bersama instansi terkait terus berupaya memberikan pelayanan prima, humanis, dan ramah lansia, terutama bagi jemaah dengan risiko tinggi dan disabilitas,” tutur Arijal.

Gubernur Muzakir Manaf Lepas Keberangkatan Kloter Pertama

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memimpin langsung pelepasan jemaah kloter pertama yang didampingi unsur Forkopimda. Seluruh proses pelayanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir hingga pembagian living cost, dipusatkan di Asrama Haji Embarkasi Aceh.

Arijal mengingatkan bahwa kesempatan berangkat tahun ini adalah nikmat besar mengingat panjangnya antrean yang ada. Jemaah diharapkan fokus beribadah dan menjaga nama baik daerah selama berada di luar negeri.

“Kami berharap jemaah dapat memperbanyak ibadah dan doa, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keberkahan bagi Aceh dan Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Ragil
Back to top