Penjualan Mobil April 2026: BYD Salip Honda, Toyota Masih Jawara

Penulis: Saiful  •  Senin, 11 Mei 2026 | 15:50:01 WIB
Toyota tetap memimpin penjualan mobil nasional April 2026 dengan 23.500 unit terjual.

Pasar mobil nasional mencatat pergeseran signifikan pada April 2026. BYD berhasil melampaui Honda dalam penjualan ritel, sementara Toyota tetap kokoh di puncak. Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengkonfirmasi perubahan peta persaingan ini.

Peta persaingan otomotif tanah air mulai bergeser. Data penjualan ritel April 2026 yang dirilis Gaikindo menunjukkan bahwa Toyota masih mempertahankan posisinya sebagai merek paling laris. Namun yang mengejutkan, BYD sukses menggeser Honda dari posisi kedua. Ini pertama kalinya pabrikan asal China itu menembus jajaran puncak penjualan mobil di Indonesia.

Angka Penjualan yang Mengubah Peringkat

Berdasarkan data wholesales (pengiriman dari pabrik ke dealer) dan ritel (penjualan ke konsumen), Toyota mencatatkan penjualan ritel sebanyak 23.500 unit pada April lalu. Angka ini turun tipis dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 24.100 unit. Penurunan ini disebut akibat libur panjang Lebaran yang memangkas hari kerja efektif.

BYD justru mencatat rekor dengan penjualan ritel 14.200 unit. Angka ini melonjak signifikan dari bulan sebelumnya yang hanya 9.800 unit. Lonjakan ini didorong oleh pengiriman massal model terbaru mereka, BYD M6, yang mulai diterima konsumen setelah masa inden panjang.

Honda harus puas di posisi ketiga dengan penjualan ritel 12.900 unit. Meski angka ini masih tergolong solid, penurunan permintaan untuk model-model entry-level seperti Brio dan Mobilio disebut menjadi penyebab utama merosotnya posisi merek berlambang H tersebut.

BYD M6 Jadi Motor Pertumbuhan

Kunci keberhasilan BYD menyalip Honda adalah model M6. MPV listrik 7-seater ini langsung menyasar segmen yang paling populer di Indonesia. Harga yang kompetitif, mulai dari Rp 350 juta, membuatnya menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang beralih dari mobil konvensional.

“Kami fokus pada pengiriman unit yang sudah dipesan sejak awal tahun. April menjadi bulan puncak pengiriman untuk model M6,” ujar Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi. Ia menambahkan bahwa jaringan dealer BYD kini telah mencapai 40 titik di seluruh Indonesia.

Daihatsu dan Suzuki Bertahan di Papan Tengah

Di posisi keempat, Daihatsu mencatat penjualan ritel 11.500 unit. Angka ini relatif stabil berkat permintaan Sigra dan Terios yang masih tinggi di daerah. Sementara itu, Suzuki berada di peringkat kelima dengan 7.800 unit, ditopang oleh Ertiga Hybrid yang mulai diterima pasar.

Posisi keenam hingga kesepuluh ditempati oleh Mitsubishi Motors (6.200 unit), Hyundai (4.500 unit), Wuling (3.800 unit), DFSK (2.100 unit), dan Chery (1.900 unit). Chery mencatat pertumbuhan tertinggi di luar lima besar berkat model Omoda 5 dan Tiggo 8 Pro yang laris di segmen SUV.

Apa Dampak Pergeseran Ini bagi Konsumen?

Persaingan yang semakin ketat, terutama dari merek China, membawa dampak langsung ke konsumen. Beberapa ATPM sudah mulai memberikan program promosi dan diskon lebih agresif untuk model-model tertentu. Honda misalnya, memberikan potongan harga hingga Rp 15 juta untuk Brio pada bulan Mei ini.

Di sisi lain, konsumen kini punya lebih banyak pilihan di segmen mobil listrik. Dengan masuknya BYD ke papan atas, persaingan harga mobil listrik diprediksi akan semakin sengit. Hal ini bisa menekan harga jual mobil listrik di pasar sekunder dalam waktu dekat.

Kapan Data Penjualan Mei 2026 Diumumkan?

Gaikindo diperkirakan akan merilis data penjualan Mei 2026 pada pertengahan Juni mendatang. Pelaku industri menantikan apakah BYD bisa mempertahankan momentumnya atau justru kembali turun setelah gelombang pengiriman M6 mereda. Satu hal yang pasti, persaingan di puncak penjualan otomotif Indonesia tidak lagi dikuasai oleh merek Jepang semata.

Reporter: Saiful
Sumber: otomotif.bisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top