BANDA ACEH — Sejumlah wilayah di Aceh harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan. BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mendeteksi peningkatan aktivitas atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan lebat di beberapa daerah.
Forecaster on Duty SIM, Angga Dirta, menjelaskan kondisi ini dipengaruhi oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih berada pada fase aktif di wilayah Aceh. Fenomena ini diperkuat oleh adanya belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Aceh.
“Kondisi tersebut berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan,” ujar Angga Dirta, Kamis (14/5/2026).
BMKG merinci potensi hujan sedang hingga lebat secara bergiliran di sejumlah daerah. Pada Kamis (14/5), wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Timur, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Pidie.
Memasuki Jumat (15/5), hujan lebat diprediksi bergeser ke Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Sabang, dan Pidie. Sementara pada Sabtu (16/5), cuaca serupa diperkirakan kembali terjadi di Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Pidie.
Masyarakat diimbau untuk tidak lengah, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau berkendara. BMKG memperingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari.
“Kondisi ini juga berpotensi disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” kata Angga Dirta.
Selain peringatan cuaca, hasil pantauan satelit pada 13 Mei 2026 juga mendeteksi satu titik panas di wilayah Aceh. Titik panas tersebut berada di Kabupaten Aceh Timur, tepatnya di Kecamatan Rantau Selamat dengan tingkat kepercayaan sedang. BMKG terus memantau perkembangan titik panas ini untuk mengantisipasi potensi kebakaran lahan.