BANDA ACEH — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Banda Aceh dan angin kencang di beberapa daerah lain menjadi perhatian serius PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh. General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bersiaga penuh menjaga keandalan pasokan listrik.
“Kami menyadari bahwa di tengah cuaca yang tidak menentu ini, keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan krusial. Kami berkomitmen menjaga pasokan kelistrikan agar seluruh masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa hambatan,” ujar Eddi dalam siaran persnya, Minggu (17/3/2024).
Eddi menyebutkan, hujan deras melanda kawasan Banda Aceh, sementara angin kencang dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain di Provinsi Aceh. Kombinasi cuaca ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan karena berpotensi menyebabkan pohon tumbang atau kabel putus.
“Memang ada tantangan cuaca ekstrem di beberapa daerah. Kami sudah menyiapkan petugas beserta peralatan kerja di lapangan. Jadi, ketika terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem, petugas langsung gerak cepat untuk menangani,” jelas Eddi.
PLN UID Aceh mengerahkan personel siaga yang ditempatkan di berbagai titik rawan gangguan. Selain itu, peralatan kerja dan kendaraan operasional disiagakan penuh agar respons terhadap laporan gangguan bisa dilakukan secepat mungkin. Eddi menegaskan, saat ini pasokan listrik secara umum masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Eddi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di kawasan rawan atau sudah terendam banjir. Ia meminta warga segera memindahkan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman, serta mematikan aliran listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB) di meteran.
“Setelah itu, segera hubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Kantor PLN terdekat untuk meminta pengamanan aliran listrik sementara waktu. Petugas PLN akan terus bersiaga untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” pungkas Eddi.
PLN UID Aceh sebelumnya juga telah berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan BPBD di sejumlah daerah, seperti di Pidie Jaya, untuk meluncurkan program desa siaga bencana guna memperkuat mitigasi risiko kelistrikan saat kondisi darurat.