ACEH — Jakarta — Operator seluler pelat merah, Telkomsel, mulai menuai hasil dari strategi efisiensi dan fokus pada layanan bernilai tinggi. Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan laba bersih Rp 19,7 triliun, naik 14,7 persen secara kuartalan (QoQ). EBITDA juga ikut terdongkrak 5,4 persen QoQ, menandakan momentum pemulihan bisnis yang solid.
Pendapatan perusahaan mencapai Rp 109,3 triliun. Angka ini ditopang oleh pertumbuhan lalu lintas data yang naik 15 persen secara tahunan. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan pihaknya terus menjaga kepemimpinan pasar di tengah dinamika industri yang penuh tantangan.
"Kami fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," ujarnya, Rabu (20/5/2026).
ARPU Naik, Basis Pelanggan Terkonsolidasi
Telkomsel kini mengelola 156,1 juta pelanggan. Meski jumlahnya terkonsolidasi, pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) justru meningkat menjadi Rp 45 ribu per bulan. Angka ini mencerminkan bahwa pelanggan yang tersisa adalah pengguna dengan loyalitas dan konsumsi layanan yang lebih tinggi.
Perusahaan juga memperkuat layanan konvergensi, menggabungkan produk seluler, fixed broadband, dan digital. Penetrasi layanan ini sudah mencapai 59 persen. Sementara itu, jumlah pelanggan fixed broadband Telkomsel kini melampaui 10 juta, menegaskan posisinya sebagai penyedia konektivitas rumah yang kian dibutuhkan.
Transformasi ke Ekosistem Digital
Di balik angka-angka itu, Telkomsel tengah mempercepat transformasi dari sekadar operator telekomunikasi menjadi digital ecosystem enabler. Perusahaan mengandalkan tiga pilar utama: pengembangan layanan broadband, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dan integrasi ekosistem digital.
Sepanjang 2025, perusahaan menyederhanakan produk, menyesuaikan harga, dan mengoptimalkan portofolio layanan. Langkah ini mulai membuahkan hasil positif pada paruh kedua tahun lalu. Nugroho menyebut tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan pangsa pasar yang masih dominan dan transformasi yang berjalan, Telkomsel optimistis dapat terus menjadi tulang punggung transformasi digital Indonesia. Kuncinya ada pada kemampuan menjaga relevansi layanan di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.