ACEH — Berbeda dengan Tiggo 8 Pro yang hanya berpenggerak roda depan, Tiggo 9 sudah dibekali sistem all-wheel drive (AWD) dengan tujuh mode berkendara: Eco, Normal, Sport, Sand, Mud, Snow, dan Off-Road. Mesin 2.0T yang sama dengan Tiggo 8 Pro dikawinkan dengan transmisi kopling ganda tujuh percepatan yang dikendalikan via stalk di setir. Akselerasi 0-100 km/jam tercatat 9,3 detik.
Tiggo 9 memiliki panjang 4.810 mm, lebar 1.925 mm, dan jarak sumbu roda 2,8 meter. Angka itu membuatnya 88 mm lebih panjang dan 65 mm lebih lebar dari Tiggo 8 Pro. Namun jika dibandingkan dengan Jaecoo J8, saudara satu grup Chery, Tiggo 9 justru 10 mm lebih pendek, 5 mm lebih sempit, dan jarak sumbu rodanya 20 mm lebih pendek.
Soal ruang kargo, dengan seluruh baris kursi tegak, bagasi hanya menyisakan 143 liter. Lipat kursi baris ketiga, volumenya naik jadi 448 liter. Jika baris kedua dan ketiga dilipat rata, tersedia ruang 2.065 liter. Kursi baris ketiga punya lipatan 50:50, sementara baris kedua 60:40.
Dari segi tampilan, Tiggo 9 terlihat lebih kalem dibanding Jaecoo J8 yang lebih mencolok. Menurut pengamatan kami, garis desainnya mengingatkan pada mobil Audi. Pilihan warna hanya dua: Matte Grey dan Carbon Black. Warna matte ini merupakan hasil cat pabrik, bukan stiker, menjadikan Tiggo 9 sebagai mobil CKD kedua di Malaysia setelah Omoda C9 yang menawarkan opsi serupa.
Velg 20 inci model multi-spoke dibalut ban Kumho Ecsta, satu inci lebih besar dari Tiggo 8 Pro. Bagian belakang sudah dilengkapi pintu bagasi elektrik.
Interior Tiggo 9 meninggalkan konsep layar kembar ala Mercedes-Benz yang banyak ditiru kompetitor. Dasbornya mirip dengan Tiggo 8 PHEV generasi terbaru. Layar tengah 15,6 inci 2,5K ditenagai chip Qualcomm Snapdragon 8155, dipadu panel meter digital 10,25 inci dan head-up display. Sistem infotainment mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, plus wireless charger 50W dengan ventilasi pendingin.
Kursi pengemudi bisa diatur elektrik 10 arah dengan memori dan fungsi welcome, sementara kursi penumpang depan 6 arah. Semua kursi baris pertama dan kedua sudah dilengkapi ventilasi dan pemanas. Kursi depan juga punya fungsi pijat. Penumpang belakang mendapat kontrol "boss switch" di samping jok, fitur yang dipopulerkan Toyota Camry beberapa generasi lalu.
Tiggo 9 menggunakan kaca akustik untuk meredam kebisingan. Sistem audio Sony 14 speaker termasuk unit di sandaran kepala kursi depan. Atap kaca panorama luas dengan sunshade elektrik bisa dinikmati semua penumpang. AC dual-zone otomatis dilengkapi filter kabin N95, dengan ventilasi di pilar B dan konsol tengah untuk baris kedua, serta ventilasi di atap untuk baris ketiga. Konsol tengah punya fungsi pendingin, dan setir bisa diatur elektrik — fitur yang jarang ditemukan di mobil ICE di bawah RM 200.000.
Versi plug-in hybrid (PHEV) disebut akan menyusul, mengingat Chery sudah menjual varian CSH untuk Tiggo 7 dan Tiggo 8 di Malaysia. Belum ada informasi kapan Tiggo 9 akan masuk ke Indonesia, namun melihat agresivitas Chery di pasar Asia Tenggara, kemunculannya di Tanah Air hanya soal waktu.