JANTHO — Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, yang akrab disapa Kak Na, menyerahkan bantuan peralatan kerajinan kepada perajin di Aceh Besar pada Kamis (21/5/2026). Bantuan berupa tiga canting batik cap dengan motif baru dan satu unit mesin tenun ini diserahkan langsung di dua lokasi berbeda, yakni workshop Malaka Batik di kawasan Kuta Malaka dan komplek perajin Dekranasda Aceh Besar di Gani.
Kak Na mengaku kagum dengan kreativitas para perajin yang mampu menghasilkan beragam motif batik khas Aceh. Ia juga mengapresiasi langkah Dekranasda Aceh Besar yang sebelumnya mengirim perajin belajar membatik langsung ke Yogyakarta.
"Rumah produksinya sudah sangat bagus dan tertata rapi. Pengunjung tidak hanya bisa melihat hasil batiknya, tetapi juga menyaksikan langsung proses pembuatannya dari awal hingga selesai," ujar Kak Na dalam keterangan yang diterima InfoPublik, Jumat (22/5/2026).
Dalam kunjungannya, Kak Na mendorong para perajin untuk terus memperkaya motif batik khas Aceh. Menurutnya, motif lokal seperti Gunung Seulawah yang sudah ada perlu dikembangkan lagi, misalnya dengan mengangkat motif Gunung Geurutee atau kekhasan daerah lainnya.
"Perbanyak motif khas Aceh. Tadi sudah ada motif Gunung Seulawah, nanti bisa dikembangkan lagi misalnya motif Gunung Geurutee atau kekhasan daerah lainnya," katanya.
Proses membatik, menurut Kak Na, membutuhkan ketelatenan dan kerja keras panjang. Mulai dari pencelupan warna, melukis motif, pengecapan, peluruhan lilin hingga pengeringan dilakukan dengan penuh kesabaran demi menghasilkan kain batik berkualitas.
Tidak hanya fokus pada pengembangan batik, Kak Na juga memberi perhatian terhadap kerajinan tenun. Saat berdialog dengan perajin songket di komplek Dekranasda Aceh Besar, ia mendorong agar para perajin mulai mengembangkan produk tenun untuk memperluas ragam kerajinan daerah.
"Nanti coba dikembangkan juga kerajinan tenun. Semoga para perajin Aceh Besar bisa menjadi inspirasi bagi perajin di kabupaten dan kota lain di Aceh," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, satu unit mesin tenun diserahkan kepada perajin setempat. Mesin ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus melahirkan produk-produk tenun baru khas Aceh Besar.
Selain menyerahkan bantuan, Ketua Dekranasda Aceh itu turut membeli dan memesan sejumlah produk hasil karya perajin lokal. Langkah ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku UMKM kerajinan di Aceh Besar.
Kehadiran istri Gubernur Aceh tersebut disambut antusias para perajin. Mereka menganggap kunjungan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan karya khas Aceh yang memiliki nilai ekonomi tinggi.