Direktur Utama Rizki Kresno Edhie Hambali menegaskan dividen ini bukti komitmen perusahaan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. “Tahun 2025 penuh tantangan bagi industri semen. Namun lewat disiplin operasional, sinergi bersama SIG, dan transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas serta memperkuat fundamental bisnis jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sepanjang 2025, industri semen nasional tertekan kelebihan kapasitas produksi dan tingginya biaya energi. Meski demikian, Solusi Bangun Indonesia membukukan laba bersih Rp658,7 miliar. Pendapatan kuartal I 2026 mencapai Rp2,56 triliun, dengan laba bersih melonjak 111 persen menjadi Rp101,89 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif juga terlihat dari sisi penjualan. Volume penjualan kuartal I 2026 naik 9 persen, melampaui pertumbuhan pasar yang hanya 5 persen. Perusahaan mengklaim pertumbuhan ini didorong sinergi bersama SIG dan transformasi komersial yang dijalankan sejak tahun lalu.
Di luar penguatan pasar domestik, Solusi Bangun Indonesia menyiapkan ekspor perdana ke Amerika Serikat. Fasilitas dermaga dan lini produksi ekspor di Tuban telah rampung dibangun dan siap beroperasi.
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai direktur hingga 2031. Rapat juga mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025 dan menunjuk Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor untuk tahun buku 2026. Remunerasi direksi dan dewan komisaris turut ditetapkan dalam agenda rapat.
Pembagian dividen ini menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang, di tengah dinamika industri semen yang masih dibayangi kelebihan pasokan dan fluktuasi biaya energi.