Jemaah Haji Aceh di Sektor 6 Makkah Keluhkan Transportasi Menuju Masjidil Haram, Nasir Djiamil Minta Evaluasi

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:00:01 WIB
Jemaah haji Aceh di Sektor 6 Makkah mengeluhkan minimnya armada bus menuju Masjidil Haram.

MAKKAH — Sejumlah jemaah haji asal Aceh yang bermukim di Sektor 6 harus merogoh kocek lebih untuk taksi atau kendaraan umum demi sampai ke Masjidil Haram. Pasalnya, armada bus yang disediakan dinilai tidak sebanding dengan jumlah jemaah, terutama saat jam-jam sibuk ibadah.

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Nasir Djamil, menyebut kondisi ini menimbulkan ketidakpastian bagi jemaah, khususnya lansia. "Fasilitas yang diberikan itu sangat bagus. Air bagus, katering juga bagus. Cuma memang tidak diikuti dengan transportasi yang memadai," kata politisi Fraksi PKS itu dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).

Jarak Jauh Bukan Masalah, Tapi Armada Minim

Menurut Nasir, jarak penginapan yang relatif jauh dari Masjidil Haram sebenarnya bukan persoalan utama. "Kalau tempatnya agak jauh sebenarnya tidak masalah, asalkan tersedia transportasi yang pasti. Tapi kalau tidak tersedia, itu membuat jemaah berada dalam ketidakpastian," ujarnya.

Keterbatasan bus membuat sebagian jemaah, terutama yang berusia lanjut, terpaksa menggunakan angkutan umum atau taksi. Hal ini dianggap memberatkan dan mengurangi kekhusyukan ibadah.

Jemaah Minta Tetap di Sektor 6, Asal Transportasi Dievaluasi

Nasir mengungkapkan, jemaah Aceh pada dasarnya berharap tetap ditempatkan di Sektor 6 pada musim haji mendatang. Alasannya, kualitas hotel dan layanan konsumsi dinilai nyaman dan memadai. Namun, mereka meminta perbaikan sistem transportasi agar pelayanan lebih optimal.

"Ke depan mereka berharap tempatnya masih di Sektor 6, tapi transportasinya dievaluasi agar lebih baik," kata Nasir.

Ia menilai persoalan ini perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi Kementerian Haji Arab Saudi maupun penyelenggara haji Indonesia. Tanpa perbaikan armada, kenyamanan akomodasi yang sudah baik akan sia-sia.

Reporter: Yasir
Sumber: komparatif.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top