Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Muslim Ayub, secara terbuka mengakui masih terjadi ketimpangan pembangunan antarwilayah di Aceh. Pengakuan itu muncul meski dana Otonomi Khusus (Otsus) triliunan rupiah telah digelontorkan hampir dua dekade. Enam daerah disebut masih merasa termarjinalkan dari akses infrastruktur dan kesejahteraan.
“Selama ini ada daerah-daerah yang merasa termarjinalkan. Misalnya Sabang, Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues hingga Subulussalam,” ujar Muslim Ayub di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa persoalan pemerataan pembangunan di Aceh belum selesai. Dana Otsus telah berjalan hampir dua dekade sejak lahirnya Undang-Undang Pemerintahan Aceh pasca perdamaian Helsinki. Namun, sejumlah wilayah masih menghadapi keterbatasan akses dan kesejahteraan.
Wacana pembentukan badan koordinasi pengelolaan Dana Otsus Aceh dalam