Gali Lebih Dalam, EMAS Uji Potensi Emas 7 Juta Ounce di Bawah Tambang Pani

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 14:36:01 WIB
Rig pengeboran EMAS mulai eksplorasi potensi emas di kedalaman Tambang Pani, Gorontalo.

ACEH — Tambang Emas Pani yang terletak di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, saat ini memiliki estimasi sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton bijih dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton. Angka itu setara dengan sekitar 7 juta ounce emas. Namun, angka tersebut baru berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektare—masih sangat kecil dibandingkan total wilayah konsesi perusahaan yang mencapai 14.670 hektare.

Manajemen EMAS melihat peluang besar untuk menambah sumber daya di luar area yang sudah terpetakan. Program deep drilling terbaru ini menyasar enam titik pengeboran di zona yang belum pernah disentuh sebelumnya. Satu unit rig sudah mulai beroperasi, dan satu rig tambahan dijadwalkan bekerja mulai bulan depan untuk mempercepat proses.

Hasil Awal Menjanjikan, Pengeboran Bisa Diperluas

Presiden Direktur EMAS, Boyke Abidin, mengatakan dimulainya produksi di Pani memberi perusahaan posisi yang lebih strategis untuk menguji potensi di kedalaman. “Seiring dimulainya produksi di Pani, Perseroan kini berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (31/5).

Boyke menambahkan, program pengeboran ini dirancang fleksibel. “Program ini juga memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan lebih lanjut apabila hasil pengeboran menunjukkan potensi yang positif,” katanya. Artinya, jika temuan awal bagus, jumlah titik bor dan total kedalaman bisa ditambah.

Tak Hanya Pani, EMAS Garap Prospek Kolokoa dan Lone Pine

Selain fokus di Pani, EMAS juga melanjutkan eksplorasi di prospek Kolokoa. Perusahaan telah menyelesaikan 54 lubang bor dengan total kedalaman 11.701,6 meter. Dalam waktu sekitar enam bulan dan biaya USD2,4 juta, mereka berhasil menetapkan target eksplorasi awal: 20 juta hingga 40 juta ton bijih dengan kadar emas 0,3–0,5 gram per ton.

Manajemen saat ini sedang menyiapkan estimasi awal sumber daya mineral Kolokoa dan menargetkan pengumuman pada kuartal II 2026. Sementara itu, eksplorasi di area Lone Pine dijadwalkan dimulai pada semester II 2026, didukung survei geofisika menggunakan teknologi Mobile Magnetotelluric dan survei magnetik udara berbasis helikopter pada Juni–Juli 2026.

Seluruh hasil eksplorasi akan dilaporkan sesuai standar internasional JORC Code 2012 dan KCMI 2017 untuk menjaga transparansi dan kredibilitas data.

Dengan total konsesi yang masih 99 persen belum dieksplorasi secara intensif, langkah EMAS mengebor lebih dalam di Pani dan membuka prospek baru di Kolokoa serta Lone Pine bisa menjadi kunci untuk melipatgandakan cadangan emas perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Sutomo
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top