Ekspor Udang ke Arab Saudi Picu Lonjakan Tambak Baru di Aceh Barat, Ratusan Hektare Lahan Disiapkan

Penulis: Yasir  •  Senin, 01 Juni 2026 | 13:07:01 WIB
Ekspansi tambak udang di Aceh Barat meningkat seiring permintaan ekspor ke Arab Saudi.

MEULABOH — Peluang ekspor udang ke Arab Saudi yang terus menguat dalam setahun terakhir memicu ekspansi besar-besaran tambak udang di pesisir Aceh Barat. Tak kurang dari 200 hektare lahan di Kecamatan Samatiga dan Johan Pahlawan kini tengah dibuka untuk areal budidaya baru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat, Teuku Faisal, membenarkan lonjakan aktivitas pembukaan tambak ini. Menurutnya, investor lokal dan luar daerah mulai bergerak sejak kuartal ketiga 2024 setelah kontrak ekspor dengan mitra Arab Saudi diperpanjang.

Permintaan Tembus 50 Ton Per Bulan

"Kami menerima permintaan rutin dari buyer di Jeddah dan Riyadh. Volume ekspor naik dari 20 ton per bulan menjadi 50 ton sejak September lalu," ujar Teuku Faisal kepada wartawan di Meulaboh, Selasa (12/11/2024).

Untuk memenuhi target itu, produksi tambak eksisting dinilai tidak mencukupi. Sebagian besar tambak di Aceh Barat selama ini memasok pasar domestik dengan produktivitas lebih rendah.

Lahan Baru Tersebar di Dua Kecamatan

Lahan baru yang disiapkan tersebar di Gampong Paya, Gampong Seumantok, dan Gampong Cot Darat. Masing-masing lokasi memiliki luas antara 50 hingga 70 hektare. Proses pembukaan lahan sudah dimulai sejak Oktober lalu, termasuk pembangunan saluran irigasi dan kolam penampungan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, lanjut Teuku Faisal, menerbitkan izin lokasi secara cepat agar momentum ekspor tidak terlewat. "Kami memberikan kemudahan perizinan selama sesuai dengan tata ruang dan analisis dampak lingkungan," katanya.

Bagaimana Dampaknya bagi Petambak Kecil?

Ekspansi ini memicu kekhawatiran sebagian petambak tradisional yang mengelola lahan di bawah 2 hektare. Mereka khawatir harga sewa lahan meroket dan akses ke pabrik pakan semakin terbatas karena didominasi pemodal besar.

Namun, Kepala Dinas Perikanan menjamin bahwa program kemitraan akan diwajibkan bagi investor tambak baru. "Setiap izin baru wajib bermitra dengan petambak lokal. Kami sedang menyusun regulasinya," ujar Teuku Faisal.

Target Ekspor 2025: 600 Ton

Dengan tambahan lahan seluas 200 hektare, Aceh Barat menargetkan produksi udang mencapai 600 ton pada 2025. Sebagian besar akan dialokasikan untuk pasar Timur Tengah, terutama Arab Saudi yang menjadi tujuan utama.

Selain udang vaname, sebagian tambak baru juga akan membudidayakan udang windu untuk memenuhi segmen premium di pasar Saudi. Harga jual udang windu di sana mencapai Rp 120.000 per kilogram, lebih tinggi dari vaname yang berkisar Rp 85.000 per kilogram.

Reporter: Yasir
Sumber: foto.bisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top