SUKA MAKMUE — Luas lahan gambut yang terbakar di dua kecamatan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terus bertambah. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, mengonfirmasi bahwa area yang hangus telah mencapai kurang lebih 17 hektare per Senin lalu.
Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh personel Pos Pemadam Darul Makmur pada Sabtu pagi pukul 09.20 WIB. Namun, berdasarkan investigasi awal petugas di lapangan, api diduga kuat sudah mulai menjalar sejak sehari sebelumnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Dua titik lokasi kebakaran berada di kawasan Gampong Kaye Unoe, Kecamatan Darul Makmur, dan Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Tim gabungan yang terdiri dari Satgas BPBD, Polres, dan Kodim Nagan Raya langsung dikerahkan ke kedua lokasi begitu laporan diterima.
Proses pemadaman terkendala oleh kondisi cuaca yang ekstrem. Irfanda menjelaskan bahwa suhu udara di lokasi mencapai 32 derajat Celsius, sementara hembusan angin kencang bertiup dari arah barat dengan kecepatan sekitar 15 km/jam. Kombinasi ini membuat api cepat menyebar dan sulit dijinakkan.
"Kondisi di lokasi kebakaran lahan saat ini sangat ekstrem dan sulit dilakukan upaya pemadaman, sehingga kebakaran diperkirakan masih bisa meluas," kata Irfanda Rinaldi kepada ANTARA di Suka Makmue, Senin.
Selain faktor angin dan panas, kendala utama lainnya adalah terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Untuk mengatasi hal ini, BPBD Nagan Raya telah mengerahkan dua unit mesin pompa air portabel ke titik-titik api.
Upaya pemadaman saat ini difokuskan pada penyekatan sebaran api agar tidak meluas ke area lahan gambut lainnya. Tim gabungan masih bertahan di lapangan dan terus berupaya memadamkan titik-titik api yang tersisa.
BPBD Nagan Raya belum bisa memastikan kapan api akan sepenuhnya padam. Pihaknya terus memonitor perkembangan cuaca dan mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap waspada. "Kami terus berupaya melakukan pemadaman dan menyekat sebaran api, sehingga diharapkan jilatan api di dua lokasi kebakaran lahan tidak semakin meluas," pungkas Irfanda.