Illiza Sa’aduddin Djamal: Penghargaan Pendidikan Harus Mencakup Dukungan bagi Keluarga Pelajar di Aceh

Penulis: Saiful  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:13:01 WIB
Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengusulkan penghargaan pendidikan yang mencakup dukungan bagi keluarga pelajar.

BANDA ACEH — Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mendorong agar kebijakan penghargaan di bidang pendidikan diperluas hingga mencakup program pemberdayaan keluarga. Ia menilai selama ini penghargaan lebih banyak diberikan langsung kepada siswa berprestasi, namun belum menyentuh akar permasalahan pendidikan di tingkat rumah tangga.

“Penghargaan tidak melulu soal uang atau piagam. Bentuk penghargaan yang paling berdampak adalah ketika negara hadir untuk meringankan beban orang tua, sehingga anak bisa fokus belajar,” ujar Illiza dalam sebuah forum diskusi pendidikan di Banda Aceh, Selasa lalu.

Dukungan Keluarga Jadi Kunci Prestasi Pelajar

Illiza menyebutkan bahwa banyak kasus putus sekolah di Aceh bukan semata karena faktor biaya, melainkan karena tekanan ekonomi yang membuat anak harus membantu orang tua bekerja. Menurutnya, penghargaan pendidikan yang ideal adalah yang mampu memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui intervensi langsung ke keluarga.

“Kalau orang tua tenang secara ekonomi, anak bisa sekolah dengan tenang. Itu bentuk penghargaan yang paling nyata,” tambahnya.

Bentuk Penghargaan yang Bisa Diterapkan Pemda

Illiza memberikan sejumlah contoh konkret yang bisa diadopsi pemerintah daerah. Mulai dari penyediaan beasiswa khusus orang tua tunggal, bantuan alat sekolah gratis setiap tahun, hingga pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu agar bisa menambah penghasilan keluarga.

“Pemkot Banda Aceh sudah mulai merancang program padat karya bagi warga kurang mampu yang memiliki anak usia sekolah. Ini bagian dari penghargaan pendidikan versi kami,” jelas Illiza.

Apa Langkah Selanjutnya?

Illiza berharap konsep penghargaan berbasis keluarga ini bisa masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Ia juga mendorong dinas pendidikan dan dinas sosial untuk berkolaborasi lebih erat dalam menyusun program-program lintas sektor yang menyasar rumah tangga rawan putus sekolah.

“Edukasi tidak bisa jalan sendiri. Butuh dukungan pangan, kesehatan, dan ekonomi. Semua itu harus dirangkai dalam satu paket penghargaan untuk pelajar dan keluarganya,” pungkasnya.

Reporter: Saiful
Sumber: thejurnal.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top