Pencarian

Danantara Bersihkan Laporan Keuangan BUMN, Temukan Indikasi Kerugian Hampir Rp100 Triliun

Minggu, 31 Mei 2026 • 18:37:01 WIB
Danantara Bersihkan Laporan Keuangan BUMN, Temukan Indikasi Kerugian Hampir Rp100 Triliun
Danantara menemukan indikasi kerugian hampir Rp100 triliun dalam pembersihan laporan keuangan BUMN.

ACEH — Proses pembersihan laporan keuangan BUMN yang dilakukan Danantara memasuki babak krusial. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah penyesuaian akuntansi signifikan selama proses konsolidasi.

"Kami sedang melakukan pembersihan seluruh laporan BUMN, dan targetnya pada akhir Juni seluruh proses ini bisa diselesaikan," ujar Dony dalam konferensi pers di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5).

Impairment Rp100 Triliun dan Target Rampung Juni 2026

Dony menjelaskan bahwa dalam proses konsolidasi tersebut, ditemukan indikasi penurunan nilai (impairment) terhadap buku-buku BUMN yang nilainya mendekati Rp100 triliun. Temuan ini menjadi bagian dari komitmen Danantara untuk memastikan pengelolaan BUMN lebih sehat dan akuntabel ke depan.

“Ini adalah bagian dari transparansi dan komitmen kami bahwa ke depan BUMN harus dikelola secara lebih sehat dan akuntabel,” tegasnya.

Proses pembersihan data dan laporan keuangan ini ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. Seluruh perusahaan negara, termasuk Pertamina di sektor energi, PLN di kelistrikan, dan BRI di perbankan, akan menjalani audit ketat dalam proses ini.

Menghindari Birokrasi Baru, Efisiensi Jadi Prioritas

Menanggapi kekhawatiran publik akan bertambahnya lapisan birokrasi dengan kehadiran Danantara, Dony menegaskan bahwa holding ini justru dirancang untuk memperkuat efisiensi. Ia memastikan Danantara tidak akan menambah kompleksitas, melainkan menjadi alat untuk mempercepat transformasi BUMN.

“Kami memiliki komitmen yang kuat bahwa Danantara harus beroperasi secara transparan. Seluruh BUMN harus dikelola dengan baik, profesional, dan terbuka,” kata Dony.

Transformasi ini, lanjutnya, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, khususnya dalam pengelolaan dan ekspor sumber daya alam. Dony menekankan pentingnya menghindari praktik tidak efisien dalam rantai perdagangan komoditas, termasuk penentuan harga yang tidak mencerminkan nilai pasar.

Manfaat untuk Masyarakat dan Pelaku Usaha

Dengan pengelolaan yang lebih transparan, Danantara optimistis profitabilitas BUMN akan meningkat. Dony menyebutkan bahwa perbaikan kinerja keuangan ini pada akhirnya akan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Dengan pengelolaan yang transparan, kami yakin profitabilitas perusahaan akan meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Masa transisi selama enam bulan ke depan akan dimanfaatkan untuk melakukan berbagai penyesuaian, termasuk konsolidasi sistem dan penguatan tata kelola. Dony berharap transformasi ini dapat membuat BUMN, dari sektor energi hingga keuangan, memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional tanpa terbebani oleh praktik lama yang tidak efisien.

Bagikan
Sumber: nasional.tvrinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks