BANDA ACEH — Enam jemaah haji asal Provinsi Aceh tercatat meninggal dunia selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. Dua jemaah dilaporkan wafat di Arafah saat puncak pemberangkatan ke Armuzna, menambah daftar korban yang sebelumnya sudah terdata oleh petugas.
Dua jemaah yang meninggal di Arafah tersebut merupakan bagian dari total enam orang yang dilaporkan wafat. Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) di Arab Saudi masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait penyebab kematian dan identitas lengkap para jemaah.
Sebelumnya, empat jemaah haji asal Aceh telah lebih dulu wafat di Tanah Suci. Mereka tersebar di berbagai titik, termasuk di Mekkah dan Madinah. Seluruh jemaah yang wafat telah menjalani proses pemulasaraan jenazah sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi.
Petugas kloter dan sektor terus berkoordinasi dengan pihak konsulat jenderal haji. Setiap jemaah yang wafat akan mendapatkan penanganan khusus, termasuk pengurusan dokumen dan pemakaman di pemakaman umum yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi jemaah yang masih berada di Tanah Suci. Ia mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan segera melapor jika mengalami keluhan.
Kemenag Aceh memastikan akan terus memperbarui data jemaah yang wafat secara berkala. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan tim khusus untuk mendampingi keluarga jemaah yang ditinggalkan di tanah air.
Hingga berita ini diturunkan, total jemaah haji asal Aceh yang masih menjalani prosesi ibadah di Tanah Suci mencapai ribuan orang. Petugas di lapangan terus mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di setiap sektor.