BANDA ACEH — Sebanyak 5.328 petugas BPS mulai turun ke lapangan sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 untuk mendata seluruh pelaku usaha di Aceh. Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menekankan bahwa pemahaman responden terhadap tujuan sensus menjadi kunci utama kualitas data yang dihasilkan.
Menurut Agus, Sensus Ekonomi merupakan agenda paling berat dibandingkan dua sensus lainnya yang diselenggarakan BPS. Alasannya, responden sensus ini adalah pelaku usaha dengan latar belakang dan tingkat pemahaman yang berbeda-beda.
“Pemahaman yang baik yang dimiliki responden, tentu akan sangat membantu petugas dalam menghasilkan data secara akurat,” kata Agus Andria di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan, tantangan semakin kompleks karena petugas juga harus memutakhirkan data sosial ekonomi rumah tangga secara bersamaan. Hal ini membuat proses pendataan door to door membutuhkan pendekatan yang lebih personal.
BPS Aceh tidak bekerja sendiri. Agus menyebut pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Aceh dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh untuk mempermudah akses ke para pelaku usaha.
“Kami juga sudah memantau langsung di lapangan proses pendataan door to door di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, demikian juga dengan laporan dari BPS Kabupaten/Kota se-Aceh melalui dashboard dan komunikasi jarak jauh,” katanya.
Dengan dukungan tersebut, Agus berharap seluruh petugas mampu memberikan penjelasan yang lengkap kepada setiap responden. Tujuannya, agar pelaku usaha memahami bahwa data yang mereka berikan akan digunakan untuk perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Data Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menjadi dokumen statistik nasional. Bagi Aceh, hasil pendataan ini akan menjadi basis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan, mulai dari pengembangan UMKM hingga penentuan sektor prioritas investasi.
“Karakter para responden baik perusahaan besar berbadan hukum sampai pelaku UMKM cukup menantang untuk para petugas. Apalagi ditambah dengan tugas memutakhirkan data sosial ekonomi rumah tangga, menjadi tantangan khusus SE 2026,” kata Agus.
Oleh karena itu, BPS meminta partisipasi aktif para pelaku usaha untuk menerima petugas sensus yang datang dan memberikan informasi yang sebenarnya. Satu data yang akurat, menurut Agus, akan menentukan masa depan ekonomi ribuan warga Aceh.