ACEH — Hasil pemindaian pada Rabu mengonfirmasi cedera regangan pada otot betis kiri Sciver-Brunt. Area yang sama ini telah bermasalah sejak akhir April lalu. Pemain berusia 33 tahun itu mundur cedera (*retired hurt*) saat Inggris menang empat *wicket* atas Irlandia di Southampton.
Dua Laga Krusial Tanpa Kapten dan Batter Terbaik
Sciver-Brunt dipastikan absen saat Inggris menghadapi Skotlandia pada Sabtu ini dan melawan West Indies pada Rabu pekan depan. Manajemen tim belum mencoretnya dari turnamen dan akan terus memantau perkembangannya. “Kapten kami akan terus menjalani asesmen. Keputusan final soal kelanjutan turnamennya belum diambil,” demikian pernyataan resmi tim Inggris.
Riwayat Cedera yang Sama Sejak April
Masalah betis Sciver-Brunt pertama kali muncul saat ia mengalami robekan ringan dalam pertandingan domestik pada 29 April. Cedera itu membuatnya absen di seluruh seri bola putih melawan Selandia Baru dan India. Kembali bermain hanya sebagai pemukul, ia tampil dalam laga pemanasan resmi kontra Australia dan India, mencetak setengah abad di laga kedua, sebelum menyumbang 46* di laga pembuka Piala Dunia melawan Sri Lanka. Penampilan impresifnya berlanjut saat membawa Inggris ke ambang kemenangan melawan Irlandia, sebelum cedera kembali menghadang.
Dampak ke Tim: Dean Jadi Pelapis, Dunkley Kembali ke XI
Jika Sciver-Brunt tak bisa bermain lagi di turnamen, ini akan menjadi pukulan besar bagi ambisi Inggris meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sembilan tahun. Ia adalah pemukul terbaik tim dan satu dari tiga pemain yang tersisa dari skuad juara Piala Dunia 50-over 2017 di kandang sendiri. Untungnya, Inggris sudah berada di puncak Grup 2 dengan dua kemenangan dari dua laga. Mereka kemungkinan hanya perlu memenangkan dua dari tiga pertandingan tersisa untuk lolos ke semifinal yang dijadwalkan pada 30 Juni dan 2 Juli.
Sebagai pelapis, kapten pengganti Charlie Dean akan memimpin tim. Dean, yang belum pernah menjadi kapten Inggris sebelum musim panas ini, sukses membawa Inggris meraih kemenangan seri T20 melawan Selandia Baru dan India saat Sciver-Brunt cedera. Sementara itu, pemukul Sophia Dunkley—yang kehilangan tempatnya saat Sciver-Brunt pulih—menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi di XI. Catatan Dunkley musim panas ini: skor tertinggi 26 dalam enam penampilan internasional.