ACEH — Fenomena keterlambatan kick-off ini menjadi perhatian serius FIFA. Dari pertandingan pembuka Meksiko melawan Afrika Selatan yang molor enam menit, hingga duel Qatar vs Swiss yang hampir lima menit tertunda, pola keterlambatan terus berulang. Hanya dua laga yang tercatat mulai dalam satu menit dari jadwal: Australia vs Turki (40 detik) dan Korea Selatan vs Republik Ceko (51 detik).
Pemain Haiti Jadi Biang Kerok Keterlambatan
Keterlambatan laga Skotlandia vs Haiti bermula dari protokol pra-pertandingan. Sesuai jadwal, kedua tim seharusnya memasuki lapangan tepat delapan menit 40 detik sebelum kick-off. Namun, saat waktu menunjukkan pukul 16.00 waktu setempat, pemain Haiti belum siap.
Tayangan langsung memperlihatkan pemain Haiti tergesa-gesa di lorong pemain, dikejar petugas FIFA. Akibatnya, kedua tim baru keluar dari terowongan 90 detik lebih lambat dari jadwal. Keterlambatan ini terus berlanjut hingga wasit meniup peluit kick-off.
Penyebab Lain: Seremoni yang Makin Rumit
FIFA memang meningkatkan kemegahan seremoni pra-pertandingan di edisi 2026 ini. Seluruh skuad, bukan hanya 11 pemain starter, kini berkumpul di lingkaran tengah saat lagu kebangsaan dikumandangkan. Bendera raksasa juga dibentangkan di kedua sisi lapangan.
Organisasi sepak bola dunia menyebut seremoni ini sebagai "momen persatuan, kebanggaan, dan emosi". Namun, prosesi yang lebih kompleks ini membutuhkan waktu eksekusi yang lebih panjang. Belum lagi faktor teknis seperti koordinasi antara kru lapangan dan tim yang belum terbiasa dengan rutinitas baru.
Skotlandia Tak Masalah, Tapi FIFA Wajib Evaluasi
Bagi suporter Skotlandia yang sudah 28 tahun menanti penampilan timnya di Piala Dunia, keterlambatan 2,5 menit mungkin bukan masalah besar. Apalagi tim asuhan Steve Clarke akhirnya menang 1-0 — kemenangan pertama mereka di Piala Dunia sejak Italia 1990.
Namun, FIFA yang dikenal sangat detail dalam merencanakan setiap momen pertandingan pasti akan menjadikan ini area perbaikan. Setiap laga memiliki jadwal operasional yang ketat, termasuk kapan tim harus berkumpul di lorong, kapan masuk lapangan, hingga kapan lagu kebangsaan dinyanyikan. Informasi ini krusial bagi penyiar yang harus mengatur jeda iklan.
Seiring berjalannya turnamen, tim dan ofisial diharapkan semakin terbiasa dengan protokol baru. Namun, jika keterlambatan terus terjadi, FIFA mungkin perlu menyesuaikan estimasi waktu untuk seremoni pra-pertandingan di laga-laga berikutnya.