ACEH — Jakarta, Jumat (5/6) — Pertemuan keenam Indonesia kontra Oman di SUGBK pukul 20.00 WIB menjadi panggung pembuktian bagi skuad Garuda. Dari enam pertemuan sebelumnya, Indonesia hanya dua kali menang, itupun terjadi pada 1987 dan 1988 saat King's Cup dengan skor 2-0 dan 3-0. Setelah itu, tiga laga persahabatan dan satu kualifikasi Piala Asia berakhir dengan satu hasil imbang dan tiga kekalahan.
Deretan Rekor Buruk yang Harus Diputus Herdman
Catatan 11v11 menunjukkan dominasi Oman dalam empat pertemuan terakhir. Pada 2007, Indonesia kalah 0-1 di laga persahabatan. Dua pertemuan di Kualifikasi Piala Asia 2011 berakhir imbang 0-0 dan kekalahan 1-2. Yang paling anyar, pada 2021, skuad asuhan Shin Tae-yong dibantai 1-3.
Dari tiga laga terakhir itu, hanya tiga nama yang masih bertahan di skuad kali ini: kiper Nadeo Argawinata, bek tengah Rizky Ridho, dan penyerang sayap Yakob Sayuri. Herdman harus memaksimalkan pengalaman mereka untuk mengubah sejarah.
Duel Dua Pelatih Baru: Herdman vs Sektioui
Laga ini menjadi ujian ketiga bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia. Debutnya di FIFA Series 2026 pada Maret lalu terbilang manis: kemenangan 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis, meski kemudian kalah 0-1 dari Bulgaria. Di sisi lain, pelatih Oman Tariq Sektioui baru pertama kali memimpin tim senior. Pria Maroko itu sebelumnya menangani Maroko U23 dan Maroko B.
“Kami ingin memperpanjang rekor positif melawan Indonesia,” ujar Sektioui dalam konferensi pers pralaga, dikutip dari rilis resmi.
Peringkat FIFA Tak Berbohong, Tapi Bukan Patokan Mutlak
Oman duduk di peringkat 79 dunia, jauh di atas Indonesia yang berada di posisi 122. Mozambik yang akan dihadapi Selasa (9/6) di tempat yang sama juga lebih baik di peringkat 101. Namun, faktor kandang di SUGBK bisa menjadi pembeda. Kedua tim sama-sama gugur dari persaingan menuju Piala Dunia 2026 pada Oktober lalu — Indonesia kalah dari Arab Saudi dan Irak, Oman hanya imbang lawan Qatar lalu kalah dari UEA.
Garuda butuh lebih dari sekadar semangat. Herdman harus membuktikan bahwa perubahan pelatih membawa dampak nyata di lapangan, bukan sekadar euforia sesaat. Kick-off pukul 20.00 WIB, live di berbagai stasiun televisi nasional.