Wamenhaj Dahnil Anzar Sambut Jemaah Haji Aceh di Banda Aceh, Minta Kemabruran Jadi Oleh-Oleh Utama

Penulis: Yasir  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 11:33:01 WIB
Wamenhaj Dahnil Anzar menyambut kedatangan jemaah haji Aceh di Banda Aceh dengan pesan kemabruran sebagai oleh-oleh utama.

BANDA ACEH — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta para jemaah haji asal Aceh untuk menjadikan kemabruran sebagai oleh-oleh utama sepulang dari Tanah Suci. Pesan itu ia sampaikan saat menjemput kedatangan kloter terakhir jemaah haji Provinsi Aceh di Banda Aceh, Selasa (30/6/2026).

Menurut Dahnil, nilai sebuah haji tidak diukur dari barang bawaan, melainkan dari perubahan akhlak dan konsistensi ibadah setelah pulang ke tanah air.

"Oleh-oleh terbaik dari Tanah Suci bukanlah air zamzam, kurma, sajadah, ataupun cendera mata," ujarnya di hadapan para jemaah. "Tetapi kemabruran yang tercermin melalui akhlak yang semakin baik, istiqamah dalam beribadah, serta meningkatnya kepedulian kepada sesama."

Dialog Langsung dengan Jemaah soal Pelayanan

Dalam kesempatan yang sama, Wamenhaj juga berdialog langsung dengan para jemaah mengenai pengalaman mereka selama menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi. Ia menanyakan pelayanan yang diterima sejak di Madinah, Makkah, hingga proses kepulangan.

Dahnil juga meminta maaf apabila masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyebut seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada musim haji mendatang.

Suasana penyambutan sempat mencair saat Wamenhaj menanyakan kualitas konsumsi selama di Tanah Suci. Para jemaah kompak menjawab "mantap", disambut candaan Dahnil yang mengundang tawa.

Doa dan Harapan untuk Jemaah Aceh

Di akhir sambutan, Dahnil mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh ibadah haji jemaah asal Aceh dan menjadikannya haji yang mabrur. Ia berharap mereka senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kesempatan untuk kembali mengunjungi Tanah Suci menunaikan ibadah umrah.

Wamenhaj mengingatkan bahwa ibadah haji seharusnya menjadi titik awal lahirnya pribadi yang lebih baik dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Kemabruran, kata dia, harus dijaga sepanjang hayat.

Reporter: Yasir
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top