BANDA ACEH — Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak memuji langsung peningkatan pelayanan terhadap jemaah haji di Asrama Haji Kelas I Aceh. Ia menyebutkan bahwa sejumlah perubahan mendasar telah diterapkan pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
"Pelayanan teman-teman di asrama, di Kakanwil Kemenhaj, itu juga jauh lebih baik. Banyak perubahan-perubahan mendasar juga ikut dilakukan di Aceh," kata Dahnil kepada wartawan di Asrama Haji Aceh, Selasa (30/6/2026).
Wamenhaj Sapa Langsung Jemaah Kloter 14
Dalam kunjungannya, Dahnil menyempatkan diri menyapa jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14. Jemaah tersebut berasal dari Bener Meriah, Banda Aceh, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Singkil, dan Kota Langsa.
Ia menanyakan langsung pengalaman mereka selama menjalani rangkaian ibadah, mulai dari proses keberangkatan, pelayanan di Madinah dan Makkah, hingga kepulangan ke Tanah Air. Dahnil juga memohon maaf jika masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan layanan haji.
"Mungkin pelayanan kami di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah ada kurang-kurangnya baik pelayanan maupun sikap petugas kami mohon maaf," ujar Dahnil.
Oleh-Oleh Terbaik dari Tanah Suci Bukan Barang Fisik
Wamenhaj berpesan kepada para jemaah bahwa oleh-oleh paling berharga dari Tanah Suci bukanlah air zamzam, kurma, sajadah, atau cinderamata. Ia menekankan bahwa kemabruran haji adalah yang utama, yang tercermin dari akhlak yang semakin baik, istiqamah dalam beribadah, serta meningkatnya kepedulian kepada sesama.
"Selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji Aceh. Semoga seluruh rangkaian ibadah diterima oleh Allah SWT, segala dosa diampuni, serta seluruh jemaah dianugerahi predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah. Marilah kita bersama-sama menjaga kemabruran itu," ujarnya.
Embarkasi Aceh Tuntas Pulangkan Lebih dari 5.000 Jemaah
Dahnil menegaskan bahwa embarkasi Aceh telah menuntaskan tanggung jawabnya untuk menjaga, melepas, dan menerima jemaah haji. Secara resmi, sebanyak lebih dari 5.000 orang jemaah haji Aceh telah dipulangkan.
"Pagi ini secara resmi embarkasi Aceh sudah tuntas menerima dan memulangkan jemaah haji Aceh yang lebih dari 5.000 orang," ungkapnya. Ia juga menyampaikan duka cita atas wafatnya 19 jemaah haji asal Aceh di Tanah Suci maupun saat perjalanan kembali ke Tanah Air.
Asrama Haji Aceh Kembangkan Fasilitas Manasik dan Replika Pesawat
Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh, Irsyadi, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik bagi jemaah maupun keluarga yang datang menjemput. Berbagai fasilitas dikembangkan agar kawasan asrama semakin nyaman dan representatif.
Saat ini, Asrama Haji Aceh telah memiliki area manasik haji yang dilengkapi replika pesawat sebagai sarana praktik bagi calon jemaah. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran pelaksanaan ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
"Pelayanan terus kita tingkatkan. Harapannya, masyarakat tidak hanya merasakan pelayanan yang baik saat pemulangan jemaah, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada di Asrama Haji Aceh sebagai pusat pembelajaran manasik haji dan umrah," kata Irsyadi.