BANDA ACEH — Taman Putroe Phang, salah satu ikon sejarah di pusat Kota Banda Aceh, kembali bergeliat. Pemerintah kota menggelar Banda Aceh Art and Cultural Market Putroe Phang yang akan berlangsung setiap akhir pekan, mulai pukul 15.00 WIB hingga 18.25 WIB.
Pelaksanaan perdana dijadwalkan pada 18–19 Juli 2026. Setelah itu, acara akan berlanjut pada 1–2 Agustus, 15–16 Agustus, dan ditutup pada 29–30 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mengisi kekosongan ruang kreatif yang aktif dan berkelanjutan di ibu kota Provinsi Aceh. Selama ini, seniman dan pelaku ekonomi kreatif kesulitan mendapatkan tempat untuk tampil sekaligus mengakses pasar.
“Selama ini belum ada ruang kreatif yang aktif dan berkelanjutan di Banda Aceh. Seniman dan pelaku ekonomi kreatif juga masih membutuhkan ruang tampil sekaligus akses pasar. Karena itu, Taman Putroe Phang memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai pusat aktivitas seni, budaya, dan komunitas,” ujar Rosdi, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tiga rangkaian utama. Pertama, Art and Cultural Stage yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya. Kedua, Banda Aceh Art Market sebagai ruang promosi dan transaksi produk ekonomi kreatif. Ketiga, Community Hub yang menjadi wadah kolaborasi komunitas dan generasi muda.
Rosdi menilai pengembangan Taman Putroe Phang tidak hanya sekadar menghadirkan hiburan bagi warga. Lebih dari itu, acara ini membuka peluang bagi pelaku seni dan UMKM kreatif untuk memperkenalkan karya mereka ke khalayak yang lebih luas.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk melestarikan seni dan budaya daerah sekaligus memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif agar lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Pemerintah kota berharap Taman Putroe Phang kembali menjadi ruang publik yang hidup—tempat warga berkumpul, berekspresi, dan menikmati kekayaan seni budaya Aceh. Langkah ini juga dinilai strategis untuk memperkuat daya tarik wisata Banda Aceh ke depan.
Rosdi mengajak seluruh warga Banda Aceh untuk datang bersama keluarga dan komunitas. Selain menikmati pertunjukan seni, masyarakat juga bisa langsung mendukung para pelaku ekonomi kreatif lokal yang berpartisipasi.
“Kami mengajak seluruh warga kota untuk hadir dan memeriahkan kegiatan ini setiap Sabtu dan Minggu di Taman Putroe Phang. Selain menikmati pertunjukan seni, masyarakat juga dapat mendukung para pelaku ekonomi kreatif lokal,” ujarnya.