Kantor Imigrasi Lhokseumawe Luncurkan Layanan Paspor Jemput Bola di Bireuen, Warga Tak Perlu Lagi ke Kota

Penulis: Yasir  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 16:01:31 WIB
Petugas Imigrasi Lhokseumawe melayani verifikasi dokumen permohonan paspor warga dalam program jemput bola di Desa Cot Buket, Bireuen.

BIREUEN — Warga Kabupaten Bireuen kini tak perlu lagi meluangkan waktu setengah hari hanya untuk mengurus paspor. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe memulai program jemput bola yang membawa seluruh proses pembuatan paspor—dari verifikasi dokumen hingga pengambilan data biometrik—langsung ke tingkat desa.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Azhan Miraza, menyatakan program ini merupakan respons atas keluhan warga yang tinggal jauh dari pusat kota. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan keimigrasian mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya di Lhokseumawe, Kamis.

Proses Lengkap di Satu Tempat, Selesai Lebih Cepat

Dalam layanan jemput bola ini, petugas tidak sekadar membuka loket pendaftaran. Seluruh tahapan standar operasional prosedur (SOP) penerbitan paspor dijalankan di lokasi, mulai dari pemeriksaan dan verifikasi dokumen, pengambilan foto dan sidik jari, hingga sesi wawancara dengan pemohon.

Azhan menjelaskan, sebelum turun ke lapangan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan menyiapkan sarana prasarana pendukung. “Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar,” katanya.

Tim Kanwil Imigrasi Aceh Pantang Langsung

Layanan perdana di Desa Cot Buket tidak berjalan sendiri. Tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh turun langsung untuk memantau pelaksanaan di lapangan. Pemantauan ini, menurut Azhan, menjadi bagian dari pembinaan dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik di wilayah Aceh.

“Kehadiran kantor wilayah juga menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai inovasi pelayanan yang dilaksanakan oleh satuan kerja,” imbuhnya.

Edukasi Dokumen Sejak Awal, Antrean Lebih Efisien

Salah satu kunci kelancaran program ini adalah edukasi yang diberikan sebelum proses dimulai. Petugas memberikan penjelasan rinci mengenai persyaratan permohonan paspor dan alur pelayanan. Pemeriksaan awal terhadap kelengkapan dokumen dilakukan agar pemohon tidak bolak-balik hanya karena berkas kurang.

Azhan menambahkan, antusiasme warga cukup tinggi karena layanan ini menghemat waktu dan biaya transportasi. “Pelayanan dapat diakses lebih dekat dengan tempat tinggal mereka tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi,” ujarnya.

Ke depan, Kantor Imigrasi Lhokseumawe berencana memperluas jangkauan layanan jemput bola ke desa-desa lain di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya. Inovasi ini diharapkan menjadi model pelayanan keimigrasian yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Aceh.

Reporter: Yasir
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top