BANDA ACEH — Setoran dividen PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) kepada kas daerah tahun ini mencapai Rp28.762.513.255, melonjak dibandingkan dividen tahun buku 2024 yang sebesar Rp26,7 miliar dan tahun buku 2023 yang senilai Rp26,68 miliar. Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Mawardi Nur kepada Gubernur Muzakir Manaf di ruang kerja gubernur, disaksikan jajaran direksi dan pejabat terkait.
Mawardi menjelaskan, laba bersih Tahun Buku 2025 berasal dari sejumlah unit bisnis strategis. Sumber utama meliputi pengelolaan Wilayah Kerja Blok B melalui anak usaha PT Pema Global Energi (PGE), pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, perdagangan sulfur, ekspor Kopi Arabika Gayo, dan perdagangan hasil perikanan.
“Penyerahan dividen ini bentuk wujud komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi kepada Aceh, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Aceh setiap tahunnya,” ujar Mawardi dalam keterangan resmi.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) mampu bertumbuh tanpa bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Ini menjadi bukti bahwa BUMA dapat dikelola secara profesional dengan tata kelola yang semakin baik. Saya mengapresiasi semangat anak-anak muda Aceh yang dipercaya mengelola PT PEMA,” kata Muzakir Manaf.
Mawardi menambahkan, perusahaan menargetkan peningkatan pendapatan pada 2026 melalui optimalisasi bisnis yang sudah berjalan. Beberapa strategi utama meliputi peningkatan harga jual gas melalui PT Pema Global Energi, optimalisasi nilai jual sulfur, dan perluasan ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar internasional.
Selain itu, PT PEMA mulai mengembangkan sektor strategis baru. Rencananya, perusahaan akan merambah bisnis telekomunikasi, pembangunan fasilitas cold storage, pengembangan kawasan industri, dan peluang investasi lain yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi bagi daerah.