MEUREUDU — KKP memulai pemulihan tambak di sejumlah kabupaten Aceh yang rusak akibat bencana. Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha, menyebutkan bahwa dari total target 15.000 hektare, sekitar 694 hektare sudah kembali beroperasi. Penebaran benih udang, bandeng, kakap, dan nila salin telah dilakukan di lahan tersebut.
Bantuan Tidak Hanya Infrastruktur, tapi Juga Benih dan Pakan
Andy menegaskan bahwa pemulihan tidak berhenti pada perbaikan fisik tambak. Setelah rehabilitasi rampung, pemerintah menyiapkan bantuan benih dan pakan agar petambak bisa langsung berproduksi. “Tujuan kami bukan sekadar memperbaiki tambak, tetapi memastikan masyarakat kembali berproduksi,” ujarnya saat meninjau tambak di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Jumat (24/7/2026).
Excavator Dikerahkan, 8 Unit untuk Aceh
Untuk mempercepat pengerjaan, KKP menyalurkan 12 unit excavator ke tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Delapan unit di antaranya difokuskan untuk merehabilitasi tambak di sejumlah kabupaten di Aceh. Langkah ini diambil agar proses pemulihan tidak tertunda oleh administrasi anggaran yang masih berjalan. Menurut Andy, percepatan dilakukan melalui refocusing anggaran internal KKP.
Potensi Omzet Rp30 Juta per Hektare dalam Tiga Bulan
Dengan teknologi budidaya tradisional plus yang diterapkan masyarakat, Andy memperkirakan setiap hektare tambak mampu menghasilkan 600 kilogram udang per siklus. Harga jual rata-rata Rp50 ribu per kilogram membuat potensi omzet mencapai Rp30 juta per hektare dalam tiga bulan. “Keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari selesainya rehabilitasi, tetapi dari kemampuan petambak kembali bekerja dan memperoleh pendapatan,” katanya.
DPR Apresiasi Refocusing Anggaran, Petambak Andalkan Bantuan
Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, mengapresiasi langkah cepat KKP. Menurutnya, kebijakan refocusing anggaran internal menjadi solusi agar rehabilitasi tidak terhambat birokrasi. “KKP mengambil langkah yang sangat cepat dengan melakukan refocusing anggaran internal, ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat Aceh yang terdampak bencana,” kata TA Khalid.
Fazil, petambak asal Pidie Jaya, mengaku bantuan benih dan pakan menjadi modal penting untuk memulai kembali usahanya. “Bantuan benih dan pakan ini sangat membantu kami untuk kembali beroperasi. Saya yakin tiga bulan ke depan sudah bisa panen,” ujarnya.
Perikanan Tangkap Juga Diperkuat
Di luar sektor budidaya, KKP memperkuat perikanan tangkap dengan menyalurkan bantuan mesin kapal dan 100 unit coolbox berkapasitas 300 liter bagi nelayan di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara. Pemerintah memastikan seluruh bantuan diberikan tanpa dipungut biaya.