Google Maps terus menyempurnakan cara pengguna menyimpan dan mengakses lokasi favorit. Setelah bertahun-tahun mengandalkan fitur Daftar (Lists) yang memungkinkan pengguna mengelompokkan tempat dalam folder tematik, raksasa mesin pencari itu kini memperkenalkan pendekatan yang lebih sederhana: Label.
Label vs Daftar: Apa Bedanya?
Fitur Daftar di Google Maps memang berguna untuk mengatur tempat-tempat yang sering dikunjungi—misalnya daftar "Restoran Favorit" atau "Tempat Nongkrong Bareng Teman". Tapi Daftar punya kelemahan: pengguna harus membuka tab tersendiri, menggulir, dan mencari lokasi yang dimaksud. Proses ini terasa bertele-tele saat pengguna hanya ingin navigasi cepat ke satu tempat.
Label hadir untuk memotong langkah-langkah itu. Alih-alih menyembunyikan lokasi di dalam folder, Label menempel langsung di peta. Pengguna cukup mengetuk pin lokasi, pilih opsi "Label", dan ketikkan nama panggilan—misalnya "Kantor Lama" atau "Warung Sate Langganan". Nama itu akan langsung muncul di atas pin setiap kali peta dibuka.
Cara Mengaktifkan dan Menggunakan Label
Fitur ini sudah tersedia di aplikasi Google Maps versi terbaru untuk Android dan iOS. Untuk mulai menggunakan, pengguna cukup mengikuti langkah berikut:
- Buka aplikasi Google Maps dan cari lokasi yang ingin diberi label.
- Ketuk pin lokasi tersebut, lalu gulir ke bawah di panel informasi yang muncul.
- Pilih opsi "Label" dan ketikkan nama sesuai keinginan.
- Label akan langsung muncul di peta dan bisa dilihat tanpa harus membuka menu Daftar.
Pengguna juga bisa mengelola semua Label yang sudah dibuat melalui menu "Tersimpan" di bagian bawah layar. Di sana, semua label akan terdaftar dan bisa dihapus atau diedit kapan saja.
Fitur yang Sudah Lama Dinantikan Pengguna Indonesia
Bagi pengguna di Indonesia yang sering bolak-balik ke lokasi yang sama—seperti kantor klien, rumah saudara, atau tempat nongkrong tetap—fitur Label bisa menghemat waktu secara signifikan. Tidak perlu lagi membuka daftar dan mencari nama tempat di antara puluhan entri. Cukup lihat peta, dan label langsung terlihat.
Google memang belum mengumumkan secara resmi fitur ini dalam blog atau siaran pers besar. Namun, sejumlah pengguna di forum dan media sosial sudah melaporkan kemunculan opsi Label di aplikasi mereka sejak beberapa pekan terakhir. Ini menunjukkan bahwa Google sedang menggulirkan fitur secara bertahap ke seluruh pengguna global.
Keterbatasan yang Perlu Diketahui
Meski lebih praktis, Label memiliki beberapa keterbatasan dibanding Daftar. Label tidak bisa dibagikan ke pengguna lain, tidak bisa diatur dalam folder, dan tidak mendukung catatan atau rating pribadi. Untuk kebutuhan berbagi rekomendasi tempat dengan teman atau keluarga, fitur Daftar tetap menjadi pilihan yang lebih tepat.
Google Maps sendiri sudah lama menjadi alat navigasi utama di Indonesia, dengan jutaan pengguna aktif setiap harinya. Penambahan fitur Label ini menunjukkan bahwa Google mendengar keluhan pengguna yang menginginkan cara lebih cepat untuk menandai dan menemukan lokasi—tanpa harus melalui menu berlapis.