BANDA ACEH — Ratusan mahasiswa dari 19 kampus di Aceh memadati Universitas Syiah Kuala (USK) untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) 2026. Ajang dua tahunan ini tidak hanya menjadi ajang adu bakat, tetapi juga gerbang utama menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) pada Agustus mendatang.
Ketua Panitia Peksimida 2026, Wira Dharma, yang juga Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, menyebutkan total 226 peserta akan bertanding di 15 cabang perlombaan. "Kami berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan," kata Wira di Darussalam, Senin.
Pembukaan Peksimida turut dihadiri para pimpinan perguruan tinggi, dekan, dosen pendamping, serta kontingen mahasiswa dari berbagai kampus. Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Aceh, Rina Suryani Oktari, menekankan pentingnya ajang ini di era digital.
"Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, yaitu karakter, kreativitas, dan ekspresi seni," ujar Rina yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK.
Menurut Rina, Peksimida bukan sekadar kompetisi untuk menentukan juara. "Ini menjadi ruang belajar, ruang berekspresi, dan ruang untuk menyuarakan seni. Hari ini mahasiswa dari seluruh Aceh hadir membawa karya terbaik dari kampus masing-masing," tambahnya.
Dalam sambutannya, Rina mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kompetisi sebagai sarana membangun karakter dan mempererat persaudaraan. Ia menekankan bahwa nilai sportivitas lebih utama dari sekadar kemenangan.
"Menang yang sesungguhnya adalah tidak pernah menyerah. Bersaing boleh, tetapi persahabatan harus tetap di hati. Saya mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Dari panggung ini saya berharap lahir seniman-seniman muda yang kreatif dan mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional," tuturnya.
Para peserta terbaik hasil dari Peksimida 2026 nantinya akan dipersiapkan secara khusus untuk mewakili Aceh pada ajang Peksiminas mendatang. Ajang nasional itu menjadi panggung bagi mahasiswa untuk bersaing dengan talenta dari seluruh Indonesia.