BIREUEN — Seorang pekerja migran asal Kabupaten Bireuen yang sakit dan dipulangkan dari Malaysia akhirnya bisa menjalani perawatan medis di kampung halaman. Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menginstruksikan pengerahan ambulans Takabeya Peduli untuk menjemput langsung pasien di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (28/7/2026).
Informasi mengenai kondisi Adli pertama kali disampaikan oleh Keuchik Gampong Ulee Glee, Maimuddin, kepada Bupati Mukhlis melalui sambungan telepon. Dalam laporannya, Maimuddin menyebut kesehatan Adli terus menurun drastis selama bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit di Malaysia.
“Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga tidak lagi mampu bekerja,” ujar Maimuddin, dikutip dari keterangan resmi Pemkab Bireuen.
Adli, warga Dusun Simpang Dua, Gampong Ulee Glee, Kecamatan Makmur, telah merantau ke Malaysia selama sekitar satu tahun. Ia berangkat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya sebelum akhirnya jatuh sakit.
Pesawat AirAsia Berhad yang membawa Adli mendarat di Bandara SIM sekitar pukul 08.00 WIB. Tim ambulans dari Pemkab Bireuen sudah bersiap di lokasi untuk langsung membawa pasien ke rumah sakit di Kabupaten Bireuen.
Keluarga Adli sebelumnya memohon agar ia dipulangkan ke Bireuen. Alasannya, perawatan medis akan lebih efektif jika dilakukan dekat dengan keluarga yang bisa mendampingi dan mengawasi proses penyembuhan.
Langkah Bupati Mukhlis ini menjadi sinyal bahwa Pemkab Bireuen tidak hanya melayani warga yang berada di dalam daerah, tetapi juga mereka yang sedang merantau di luar negeri. Bupati menegaskan bahwa setiap warga yang menghadapi kesulitan berhak memperoleh bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Bireuen menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang warga. Langkah penjemputan ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian kepada seluruh masyarakat Bireuen, di mana pun mereka berada. (Suryadi)