KKP Targetkan 15.000 Hektare Tambak Aceh Beroperasi Lagi Akhir 2026, 5.200 Hektare Siap September

Penulis: Fajar  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:46 WIB
Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha, menargetkan 15.000 hektare tambak di Aceh dapat beroperasi kembali pada akhir 2026, dengan 5.200 hektare di antaranya ditargetkan siap pada September.

MEUREUDU — KKP memulai pemulihan tambak di sejumlah kabupaten Aceh yang rusak akibat bencana. Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha, menyebutkan bahwa dari total target 15.000 hektare, sekitar 694 hektare sudah kembali beroperasi. Penebaran benih udang, bandeng, kakap, dan nila salin telah dilakukan di lahan tersebut.

Bantuan Tidak Hanya Infrastruktur, tapi Juga Benih dan Pakan

Andy menegaskan bahwa pemulihan tidak berhenti pada perbaikan fisik tambak. Setelah rehabilitasi rampung, pemerintah menyiapkan bantuan benih dan pakan agar petambak bisa langsung berproduksi. “Tujuan kami bukan sekadar memperbaiki tambak, tetapi memastikan masyarakat kembali berproduksi,” ujarnya saat meninjau tambak di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Jumat (24/7/2026).

Excavator Dikerahkan, 8 Unit untuk Aceh

Untuk mempercepat pengerjaan, KKP menyalurkan 12 unit excavator ke tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Delapan unit di antaranya difokuskan untuk merehabilitasi tambak di sejumlah kabupaten di Aceh. Langkah ini diambil agar proses pemulihan tidak tertunda oleh administrasi anggaran yang masih berjalan. Menurut Andy, percepatan dilakukan melalui refocusing anggaran internal KKP.

Potensi Omzet Rp30 Juta per Hektare dalam Tiga Bulan

Dengan teknologi budidaya tradisional plus yang diterapkan masyarakat, Andy memperkirakan setiap hektare tambak mampu menghasilkan 600 kilogram udang per siklus. Harga jual rata-rata Rp50 ribu per kilogram membuat potensi omzet mencapai Rp30 juta per hektare dalam tiga bulan. “Keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari selesainya rehabilitasi, tetapi dari kemampuan petambak kembali bekerja dan memperoleh pendapatan,” katanya.

DPR Apresiasi Refocusing Anggaran, Petambak Andalkan Bantuan

Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, mengapresiasi langkah cepat KKP. Menurutnya, kebijakan refocusing anggaran internal menjadi solusi agar rehabilitasi tidak terhambat birokrasi. “KKP mengambil langkah yang sangat cepat dengan melakukan refocusing anggaran internal, ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat Aceh yang terdampak bencana,” kata TA Khalid.

Fazil, petambak asal Pidie Jaya, mengaku bantuan benih dan pakan menjadi modal penting untuk memulai kembali usahanya. “Bantuan benih dan pakan ini sangat membantu kami untuk kembali beroperasi. Saya yakin tiga bulan ke depan sudah bisa panen,” ujarnya.

Perikanan Tangkap Juga Diperkuat

Di luar sektor budidaya, KKP memperkuat perikanan tangkap dengan menyalurkan bantuan mesin kapal dan 100 unit coolbox berkapasitas 300 liter bagi nelayan di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara. Pemerintah memastikan seluruh bantuan diberikan tanpa dipungut biaya.

Reporter: Fajar
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top